When You Have To Choose

November 2016 adalah bulan terakhir saya menjalani masa klinik sebagai co-assisstant doctor, sambil menunggu dan mempersiapkan Ujian Kompetensi Dokter Indonesia (UKDI) yang saya jalani pada Februari 2017, saya menghabiskan 1-2 bulan merenungi langkah yang akan saya ambil satu hingga lima tahun ke depan, yang juga menentukan langkah saya di tiga hingga enam bulan setelah UKDI. Akhirnya setelah perenungan yang cukup panjang, saya memutuskan akan melanjutkan jenjang pendidikan master, bukan dokter spesialis. Cita-cita saya, saya ingin melanjutkan ke sebuah sekolah di kota yang sangat saya sukai 2 tahun dari sekarang. Dan cita-cita inilah yang mengantarkan saya ke perjalanan persiapan S2 yang saya jalani 6 bulan belakangan.

Dengan cita-cita ini, pertanyaan yang paling sering saya dapatkan adalah: Kenapa?

Kenapa memilih lanjut ke magister, bukan spesialis?
Setelah menjalani 5,5 tahun pendidikan sekolah kedokteran, saya menyadari bahwa ternyata saya tidak terlalu nyaman bekerja di rumah sakit. Saya suka, sangat suka, menjadi dokter, tapi rasanya saya tidak menjadi diri saya yang sesungguhnya, tidak mengeluarkan seluruh potensi yang saya punya kalau menjadi dokter klinisi, saya ternyata lebih suka bekerja sebagai struktural dibanding fungsional. Lebih suka kerja kantoran dibanding kerja di rumah sakit. Dan rasanya, tidak ingin menghabiskan masa tua saya jaga di rumah sakit. Saya pun sadar, kalau memang bukan dari dalam hati, pasti ada jalan lain yang bisa dijadikan pilihan.

Kenapa menyia-nyiakan ilmu yang sudah dipelajari sekian lama?
This is the most common question that I got. I don't think that I'm wasting my time nor my knowledge. Begini, ada masa dimana kita sebagai manusia ingin mempelajari dan mencoba banyak hal, ingin memenuhi rasa penasaran dan tantangan dari diri sendiri, dan ada juga masa dimana kita ingin memilih yang terbaik untuk diri sendiri, selama pilihan itu ada. Saya pun memilih untuk sekolah kedokteran atas keinginan saya dan orang tua, dan akhirnya saya menyadari kalau ini bukan keinginan terbesar saya. Ya saya tetap memberikan yang terbaik sampai akhirnya lulus, tapi selalu ada keinginan untuk mengakhiri ini sesegera mungkin entah bagaimana. Dan saya pun berusaha tetap menggabungkan ketertarikan saya di dunia komunikasi dan pemerintahan dengan pendidikan saya di dunia kedokteran, jadi tidak ada yang disia-siakan dalam pilihan saya.

Kenapa menyia-nyiakan kesempatan menolong orang?
I'm sure that helping people has various ways. Saya memilih tidak menolong orang secara langsung di IGD, menyelematkan nyawa secara langsung, satu hingga puluhan nyawa setiap harinya, saya ingin menolong orang dengan cara yang berbeda. Saya ingin menjadi bagian dari pembentuk kebijakan, melakukan perubahan dan menolong orang tidak secara langsung tapi tetap memberikan dampak untuk kesehatan dan hajat hidup orang banyak lewat kebijakan kesehatan yang strategis.

Finally, those questions never got me to change my decision, my career direction is already made up and I'm glad I did it, I found my way already. It's not easy to tell people is this the right way to take after all the journey I had. Meanwhile... I'm glad I did it. I ever told my friend that, “Telling people that you’re not going to be a physician is like coming out to a conservative family that you’re a homophobic, that’s really hard.” I was easily being judged, people were easily triggered to contradict my statement. But not with my mom, she always supports me for everything I take, I plan, and I dream. As long as it's a good deed and bring me to a better person.

I believe that it's always not easy to be different. Moreover, it's not easy to tell people that we are different. But as long as you're sure that you are on the right track, keep going on. Keep pursuing things you've dreamed, and always believe that God will always lead your way.  I'm also still finding out whether this is the best way for me or not, but I thank god He guided me this far to what I am now.

Comments

Popular posts from this blog

Self Improvement

"Kak Coasssssssss...!"

Long Distance Relationship