Posts

Showing posts from 2017

Siapa yang lo kalahin?

Sebenarnya, siapa yang lo kalahin setiap hari? Teman yang iri dengan kemampuan lo? Sahabat yang diam-diam mendoakan kejatuhan lo? Atau musuh yang dari jauh menantikan kegagalan lo?
Sebenarnya, siapa yang lo kalahin? Kalo setiap hari suara yang paling sering lo denger adalah suara dari dalam hati dan pikiran lo yang pengen dianggap, Kalo sebenernya omongan orang yang jelek tentang lo bisa lo abaikan begitu saja tanpa masuk ke hati lo, Kalo sebenarnya masih banyak orang yang dukung lo dengan hati putih bersih murni tulus mereka.
Sebenernya, siapa yang lo kalahin hari ini? Siapa yang kekalahannya paling pengen lo saksikan? Dengan siapa lo bersaing hari ini? Pujian dari siapa yang paling lo tunggu atas kemenangan lo?
Sebenernya, siapa yang paling perlu lo kalahin? Kalo bukan rasa malas yang bikin lo ngga meraih apa-apa hari ini, Kalo bukan keraguan yang bikin lo mundur lagi selangkah, Kalo bukan rasa aman yang bikin lo ngga pindah-pindah dari titik nyaman lo yang ngga bikin lo berkembang, Kalo bukan ras…

Trying to move on? You should watch these movies!

Image
1. Caleste and Jesse Forever (8.5/10)
Pertama kali baca judulnya, asliii saya pikir ini film bakal basi banget, karena ada kata 'forever' di judul film. Tapi ternyata mereka akhirnya ngga 'forever' bersama, kok. Saya sukaaa banget film ini karena entah kenapa jalan cerita dan acting pemainnya membuat saya benar-benar merasakan apa yang mereka rasakan. Hmm, dan tentunya ya... I've been there. I know how it feels, I know it sucks. Caleste di film itu, itu saya. Caleste yang ambisius, sibuk, tukang ngatur hidup orang, nuntut ini itu, dan career-oriented; saya banget. Caleste yang ngga bisa sendiri sebenarnya, sok mandiri aja, tapi untuk masang rak buku rakitan di IKEA aja butuh bantuan mantan; itu saya banget. Caleste yang di depan mantan cuek bebek sok cool tapi aslinya sedih pas tau pasangan baru mantannya baik & cantik trus hobi banget kepo mantan; haha saya banget Caleste yang kurang sabar, kurang ngerti, kurang peka, yang akhirnya ketika udah kehilangan, ras…

"OMG, she's living my dream!"

ada beberapa IG story orang yang tiap nonton aku selalu ngomong dalam hati "OMG she's living my dream...", iri sih rasanya, tapi iri yang bikin semangat untuk memperbaiki hidup biar bisa kayak gt, syukur-syukur kalau lebih. — Annisa Zakiroh (@annisazakiroh) November 28, 2017 ini hal-hal sepele tiap hari yang orang rasain/kerjain dan dibagi ke orang lain karena pengen orang lain ngerasa energi positif dari hal yang mereka jalani tiap hari gitu. trus aku malah jadi iri, pengen juga. — Annisa Zakiroh (@annisazakiroh) November 28, 2017 nah ini dia beberapa orang di IG yang tiap liat story mereka aku jadi berdoa... kapan bisa kayak mereka juga. jiahahaha gapapa lah ya ngayal babu dikit. — Annisa Zakiroh (@annisazakiroh) November 28, 2017 1) @kekekania. tiap hari post bisnis @ChicandDarling yg sesuai dgn passionnya, keluarganya dgn 2 anak yg pinter2 & suami yg jago masak. asli byk bgt pasti huru haranya, dan ga jaim juga post downs & ups jd working mom. salute! — Anni…

sebuah kenangan

hari ini duduk di kursi panjang depan rumah menghadap ke kilang. diem aja. mikir. banyak banget yang terjadi dalam seminggu terakhir. tiba-tiba semuanya jadi cepat, belum sempat mencerna, keburu ganti peristiwa.

tiba-tiba ingat, 7 tahun lalu ada dua orang yang duduk di kursi itu, pura-pura menghadap kilang, padahal sambil menatap dalam diam dengan pipi yang sama-sama basah. berusaha meredam rintihan tapi apa daya terlalu nyaring untuk didengar dengan hati masing-masing.

salah satu menangis terlalu kencang, bertanya-tanya, kenapa takdir ini yang diterima oleh keduanya. sambil menggenggam tangan. bertanya lagi, berulang kali, perpisahan ini apalah artinya. terlalu berat untuk dihadapi berdua, belum siap ternyata.

7 tahun berselang. aku cuma bisa diam di kursi itu. perpisahan sudah terjadi. orang yang menangis itu jadi salah satu orang yang paling kurindu dalam hidupku. tapi peristiwa hidup sudah terlalu ramai kini. terlalu rumit untuk mengingat yang sederhana dan ringan saja.

cukup hanya sa…

Tentang Pilihan Yang Bisa Dipilih

Kadang ada masanya kita merasa diri kita hanya ada di level 6 dari 10, sehingga cuma bisa menggapai hal-hal di level itu, tidak bisa lebih. Kadang kita merasa tidak punya pilihan, cenderung pasrah dan menunggu tempat berlabuh kita. Kadang kita merasa bahwa jangankan memilih, yang di depan mata saja sudah cukup baik untuk kita. Kadang kita merasa sedang bersyukur dengan apa ya kita miliki, sampai kita lupa kalau kita juga punya hak mendapat lebih dan punya kewajiban berusaha lebih.
Suatu hari saya berkata ke teman saya, “Gue ngga mau ah magang disana, soalnya di kantor itu departemennya banyak banget, role gue sebagai anak magang pasti makin kecil, dan ngga bisa kenal semua orang.” Teman saya menjawab, “Gila ya bu, keterima magang aja lo belum tentu, tapi udah sok nolak kantor bagus aja.” Ya bagi saya itu bukan sebuah penolakan, hanya perwujudan kalau saya menghargai diri saya dengan memilih hal-hal yang menurut saya paling baik, mengenyampingkan perasaan rendah diri dan pesimis yang ad…

Some Adjustments Part. I

Image
For me, it is not easy to move out from a big city (Jakarta) where my life is always 'easy' to a small city and also my hometown, Balikpapan. I want to pour my feeling, my thinking and the way I cope with my new life here in a series of writing with title: Some Adjustments. Because the only thing we need to face changes is... Adjustment. What did I adjust?
So the first series is going to talk about the perks of living in the fourth industry revolution era, or, digital era. We are living in an era where our life couldn’t be separated with technology, or to be exact, smartphone. Nowadays, we use smartphone for everything, not only for calls and send messages. Everything is on the phone. All my life~ And since I moved out from Jakarta, there are some features or apps that don't use. There, I made some adjustments to my phone. And these are some apps that has to be deleted from my phone:
1. Eventbrite
This app is my guide to search interesting recent event/seminar/workshop in Ja…

When You Have To Choose

November 2016 adalah bulan terakhir saya menjalani masa klinik sebagai co-assisstant doctor, sambil menunggu dan mempersiapkan Ujian Kompetensi Dokter Indonesia (UKDI) yang saya jalani pada Februari 2017, saya menghabiskan 1-2 bulan merenungi langkah yang akan saya ambil satu hingga lima tahun ke depan, yang juga menentukan langkah saya di tiga hingga enam bulan setelah UKDI. Akhirnya setelah perenungan yang cukup panjang, saya memutuskan akan melanjutkan jenjang pendidikan master, bukan dokter spesialis. Cita-cita saya, saya ingin melanjutkan ke sebuah sekolah di kota yang sangat saya sukai 2 tahun dari sekarang. Dan cita-cita inilah yang mengantarkan saya ke perjalanan persiapan S2 yang saya jalani 6 bulan belakangan.
Dengan cita-cita ini, pertanyaan yang paling sering saya dapatkan adalah: Kenapa?
Kenapa memilih lanjut ke magister, bukan spesialis? Setelah menjalani 5,5 tahun pendidikan sekolah kedokteran, saya menyadari bahwa ternyata saya tidak terlalu nyaman bekerja di rumah sakit.…

Exit Plan

One day, my friend asked me something that is not easy to be answered,
"Do you want to marry a man who doesn't really love you but ready to spend the whole life with you?"
And I answered...
"For me, marriage is an exit plan of my whole family life, and I won't start marriage without love from my spouse. Like... I don't want to start a thing that should be fulfilled with love, without love as foundation of everything. I still believe that love can do so much things. So yeah, the answer is NO, I'd rather wait for another person who really love me than spending my whole life to a person who doesn't love me."
And I was surprised with my answer. But yeah, that’s true.
I believe that every family is somehow broken, some are in damage, so does my family. Since my dad left this whole world, the only person whom I can count as family is my mother, the only reason of my existence. Having my own family is something that I’ve been waiting for and also my exit pl…

Most Important Event

Image
Earlier this morning I did my final test on TOEFL iBT Preparation Course, and the writing section asked me to write one of the most important events have taken place in last 100 years in less than 300 words only in 30 minutes. So this is what I wrote.


--------------------------------------------------------------------------------------------------------- I know that there are lot of important events that happened in last 100 years, but I believe that my graduation (February 19th, 2017) and Hippocratic Oath (April 13th, 2017) are the most important events in my last 23 years of life. Because they are my life turning point to whoever I became now.
Before I officialy graduated, I have 3 free months after my clinical year ended on November. I prepared for my graduation, my national examination and also did contemplation about my future. I took a long period to think and decide my next plans, whether to work as a medical doctor at a hospital, to take graduate school, or to take internship …

"I'm also just a girl, standing in front of a boy, asking him to love her." - Notting Hill

I want to sit next to you, smell your perfume, look through your eyes and knock your heart, "hey, can I come in?" 🚪 — Annisa Zakiroh (@annisazakiroh) June 10, 2017 "hey, will you let me listen to your rumble everyday? because it sounds like classical music to my ears." — Annisa Zakiroh (@annisazakiroh) June 10, 2017 "and hey, will you let me fix your insecurities? I can't promise to make things work out, but I promise it'll be bearable." — Annisa Zakiroh (@annisazakiroh) June 10, 2017 "hey, will you let me set your number as my emergency call? I want to share all my life to you, literally all my life." — Annisa Zakiroh (@annisazakiroh) June 10, 2017 "hey, will you let my tears drop on your shoulder/chest? my hormone is f*cked up, I can go wild & super-sensitive when it strikes." — Annisa Zakiroh (@annisazakiroh) June 10, 2017 "hey, will you let me to say that... I'm truly deeply fell for you? I can't get rid …

I'm going

"Good luck for everything,
I'm looking down at you and I wish nothing but happiness.
I'm looking for smiles, laughs, and loves.
See you at your happy moments, dear.
Sorry, I'm going."

Jakarta, 21 July 2013

"You took me back in time to when I was unbroken"

setelah berhasil membuat saya senyam senyum karena lagu manisnya yang berjudul Say You Won't Let Go, James Arthur kali ini berhasil bikin saya terpana sejenak setelah mendengarkan single barunya, Can I Be Him
disclaimer: sejujurnya saya sangat jarang mendengarkan lagu-lagu terkini, ada beberapa daftar lagu yang senang saya putar seharian dan berulang-ulang saking sukanya, tapi pastinya bukan lagu terkini karena selera musik saya dan cukup spesifik. ada banyak kriteria sih, tapi 2 dari banyak itu adalah: saya hanya suka lagu-lagu dari band/penyanyi/duo laki-laki dan jarang sekali suka lagu-lagu dari Amerika, jauh lebih suka dari Inggris. Nah, walaupun James Arthur penyanyi terkini, tapi kan dari Inggris... jadi ya masih masuk kriteria.
"You walked into the room / And now my heart has been stolen / You took me back in time to when I was unbroken / Now you're all I want / And I knew it from the very first moment / Cause a light came on when I heard the song / And I want yo…

Kenapa?

Image
Kenapa harus magang di Konsultan Komunikasi? Kenapa bukan magang di Rumah Sakit? Kenapa tidak jaga klinik saja sebagai dokter pengganti?Kenapa harus jauh-jauh ke Kuningan untuk ngantor? Kenapa harus susah payah naik Transjakarta untuk ke kantor pagi dan sore berdesakkan?

Pertanyaan ini sudah banyak yang menanyakan kepada saya dan inilah jawaban saya yang saya rangkum dalam sebuah blogpost. Saya akan mencoba menjawabnya menggunakan 5W + 1H. Mulai dari kenapa saya magang, kapan waktu saya magang, dimana saya magang, siapa saya sesungguhnya yang membuat saya magang, apa yang menjadi tujuan saya, dan bagaimana magang ini berdampak untuk saya.
Why? Saya suka dengan dunia komunikasi sebagai industri sejak SMA, saya sempat ingin melanjutkan ke pendidikan jurusan komunikasi namun orang tua saya tidak merestui keinginan tersebut. Saya juga tertarik dengan isu sosial, politik, ekonomi, kesejahteraan, dan kesehatan yang merupakan konsumsi obrolan saya sehari-hari. 
When? Saya punya waktu kosong kuran…

Romantic Comedy Movie from 20th Century

Image
Selain membaca, menonton film mungkin salah satu hobi yang hampir setiap hari saya lakukan dengan senang hati, bukan cuma untuk hiburan saja tapi banyak sekali yang bisa saya pelajari dari sebuah film. Ketemu orang yang sesuai untuk diajak ngobrolin film juga pasti membahagiakan kan, percaya atau tidak tapi selera film bisa memudahkan koneksi antar dua orang, karena saya bisa berjam-jam membicarakan film atau serial yang saya suka dengan satu orang tertentu sampai dengan gossip terbaru pemerannya. Beberapa hari terakhir saya senang sekali menonton film-fim Hollywood tahun 80an dan 90an. 90an mungkin terdengar belum terlalu jauh ya tapi kalau dilihat dari film-film produksinya, sangat berbeda menurut saya. Nah bicara tentang genre, kayaknya ketebak kalau saya suka sekali genre komedi romantis. Karena ya, cewek banget dan indah untuk ditonton, walaupun abis nonton bisa mewek karena ingin punya cerita yang sama. Nah setelah ini, saya akan sedkit cerita beberapa film romcom (romantic comed…

If you can dream it, you can do it

Image
Saya yakin banyak sekali yang sudah pernah mendengar quote “If you can dream it, you can do it.” Yang dengan mudah dapat menggebu semangat kita untuk mencapai mimpi-mimpi karena kalau bisa dijadikan impian, pasti suatu saat hal tersebut bisa terwujud. Nah, saya punya pengertian yang sedikit berbeda tentang quote ini. Dari kecil mungkin ibu saya sudah sadar kalau saya anak yang punya banyak mimpi. Dan setiap saya mengutarakan sebuah mimpi ke ibu saya, beliau selalu menasihati berbagai macam kata-kata untuk mengusir keraguan atau keinginan saya untuk menyerah dan mundur, seperti… “Berprasangka baik-lah kepada Allah, jangan mikir kalau ngga tercapai duluan…” “Kalo kamu bisa jadikan itu impian, pasti itu bisa juga jadi kenyataan…” “…dan lain-lain.” Kemudian setelah terbiasa dengan kata-kata ibu saya, saya menemukan quote “If you can dream it, you can do it.” Awalnya saya berpikir “Wah ini kata-kata ummi!” Hahaha. Karena sudah terbiasa dengan kata-kata itu dan improvisasi khas ibu saya, saya m…

"Kak Coasssssssss...!" part 2

Image
Setelah cerita coass tahun pertama di postingan berikut ini, saya ingin cerita tentang coass tahun kedua. Di tahun kedua, stase yang saya lewati tentunya tidak sebanyak pada tahun pertama, ya karena stase saya lebih banyak minor dibandingkan mayor dan sudah saya lewati banyak di tahun pertama, sehingga tahun kedua lebih fokus ke stase mayor dan stase penting. Mari kita mulai…
Sebelumnya, saya harus menjelaskan beberapa perbedaan yang ada di kampus saya. Jadi setelah saya hitung-hitung, total stase saya selama coass 2 tahun adalah 18 stase, wow kan! Mulai dari minor: kulit dan kelamin, mata, telinga hidung dan tenggorokan, geriatri, saraf, paru, anestesi, emergency, jantung, forensik, dan psikiatri. Kemudian stase mayor: kebidanan dan kandungan, ilmu penyakit dalam, anak, dan bedah. Ada juga stase elektif selama 1 bulan dimana coass akan dipilihkan stase elektif yang pilihannya ada: radiologi di RSUP Fatmawati (2 minggu), rehab medik di RSUP Fatmwati (2 minggu), RS Ketergantungan Obat …