Monday, December 26, 2016

Biggest Success in My Life

  • (the original post is on my instagram here)
  • few days ago, I watched a video on youtube about an LPDP awardee (student who got scolarship from the government to study aboard). then I found that one of the requirement is to make three essays. and one of the essay is about 'Sukses Terbesar Dalam Hidup' or your biggest success in your life.
  • but then I found that I've jumped a lot in my life. from one opportunity to another. from writinv competition at youth magazine to an english debate competition at my city. I already built myself into a young woman but not yet a lady. I tried so hard to always keep my dream alive. I pushed myself so hard to do many things in my life. I gathered with so much people and learn a lot from them. I woke up everyday with a dream and willingness to achieve more and more than what I've got. and I always try to be a good person, to give purpose to my surrounding.
  • but I started to think about my achievments throughout my life. from elementary, junior and senior high school, until my college life. I know I'm not a smart or great student, I'm just an average student who want to achieve my goals, make good grade, pass the tests, finish study with GPA >3.00 because I want to take postgraduate study, and make my momma proud. okay I'm that ordinary, haha.
  • after that, I started to think... what is my biggest success in my life? haha I can't figure it out actually. you know that I'm still tooooooo faaaaaar a waaaaay from success, and my definition of success keeps changing everyday, so... I don't think I know what's my biggest success.
  • and then I found one thing for sure... that I believe would be my biggest success in my life is... I always and always success to beat myself, my hesitate, my laziness, my bad thinking, my worries, my drama, and my weakness. I woke up everyday at early morning, I can beat my sleepiness. I challenge myself a lot to be more than what I got, I tried many things in one time even I know I'm not gonna through them. I passed my surgery and pediatric rotation that seems totally impossible to be done. I keep building my new dream everyday. I can beat my brother's hesitate about living in Jakarta. I can show the world that I survived. that's totally my biggest success.
  • because my definition of success keeps changing everyday, but my biggest success in my life is always there... so this is just a reminder, whenever you feel you're upset or at your lowest position in your life, you have to think that you have your own success, you already earned many things. so why don't you move your ass and make another milestone to your success life?

Tuesday, May 17, 2016


Biru, khususnya biru tua adalah warna kesukaan saya mungkin sejak saya lahir. Kenapa saya bilang sejak saya lahir? Karena seumur hidup saya, saya belum pernah suka dengan warna lain selain biru. Waktu kecil saya pernah bingung ingin memilih warna kesukaan saya, lalu saya bertanya kepada ibu dan kakak-kakak saya apa warna kesukaan mereka, semua menjawab biru. Setelah itu saya menyatakan pada diri saya bahwa warna kesukaan saya adalah biru.

Ada beberapa fakta tentang saya dan warna biru.
  1. Ibu dan kedua kakak kandung saya serta saya suka warna biru. Kami sekeluarga suka warna biru kecuali ayah saya, yang tidak punya warna kesukaan tertentu.
  2. Biru yang saya suka bukan sembarang biru. Tapi biru tua, atau navy. Saya tidak suka warna biru biasa, terlebih lagi biru elektrik. Kalau biru muda... Ya masih suka sedikit.
  3. 99% barang kepunyaan saya berwarna biru; bisa biru muda, biru biasa, hingga biru tua.
  4. Jika saya ingin membeli sesuatu tapi warna biru barang itu tidak tersedia, saya tidak akan membeli barang tersebut. Misalnya saya mau beli pulpen, tapi adanya yang pink, saya tidak jadi beli.
  5. Isi kotak pensil saya semua warna biru, kecuali pensil Faber Castell yang warnanya hijau. Tapi saya sempat berada dalam fase hanya mau pakai pensil Staedtler karena warnanya biru, supaya kotak pensil saya warnanya seragam.
  6. Isi tas saya juga semua warna biru, mulai dari tas, laptop map, mukena, kotak pensil, pouch make up, notebook, dompet, charger, payung, dan lain-lain.
  7. Jika saya ingin membeli sesuatu tapi tidak ada warna biru dari barang tersebut, saya akan memilih warna hitam, putih, atau abu-abu. Sebisa mungkin tidak pink, merah, kuning, apalagi hijau. Walaupun warna hijau mirip biru, tapi saya tidak suka hijau.
  8. Rumah saya warnanya biru, mulai dari cat, lantai, dan barang-barang seisinya.
  9. Kamar saya juga didominasi oleh warna biru. Mulai dari seprai, handuk, ember, kerangjang cucian, tong sampah, gantungan baju, rak-rak, keranjang-keranjang, bantal, dan sebagainya.
  10. Jika saya membutuhkan suatu barang dalam waktu cepat, saya akan pilih merek apa saja yang warnanya biru. Misalnya, saya kehabisan lotion dan tidak akan sempat ke mall untuk beli lotion saya biasanya, saya akan ke minimarket terdekat dan beli nivea, karena nivea warnanya biru. Saya juga lebih suka Aqua daripada Ades, karena warnanya biru.
Buat saya biru melambangkan saya. Biru bisa jadi tenang, tapi bisa juga meledak-ledak. Bisa kalem, bisa lincah. Biru juga melindungi, melingkupi tapi tidak lebih besar, berjalan beriringan. Biru juga melambangkan kebahagiaan yang sederhana, mudah didapat, dan bisa dinikmati siapa saja. Biru membuat orang lain melihat sesuatu sebagaimana apa adanya itu, tidak lebih atau tidak kurang. Biru membuat saya senang, karena kemewahannya, tapi juga selalu menunjukkan ingin jadi apa adanya.

Wednesday, February 17, 2016


tolong jelaskan padaku bagaimana untuk pergi dan menjauh, karena aku justru semakin terjatuh...

bagaimana aku bisa menghilang kalau kamu semakin mengikat aku dan semakin menarikku dalam peredaranmu?
bagaimana aku bisa sembunyi kalau kamu selalu menemukan aku di tumpukan masalah dan hari-hariku yang melelahkan?
bagaimana aku bisa pergi kalau kamu selalu menjadi alasan aku untuk kembali?
bagaimana aku bisa berhenti kalau kamu selalu mengajak aku untuk meneruskan ini semua?
coba tolong jelaskan mengapa semuanya justru menjadi jauh lebih baik sekarang, setelah semuanya jauh berubah...
bagaimana aku tidak tambah tergantung padamu kalau kamu selalu menyediakan tempat untuk aku bersandar?
bagaimana aku tidak tambah bahagia kalau kamu selalu memperlakukan aku dengan sempurna?
bagaimana aku bisa berpaling kalau aku semakin sulit menemukan orang lain selain kamu?
coba tolong jelaskan apa yang seharusnya aku lakukan...
bagaimana aku bisa memaki kalau kesabaranku sekarang tidak pernah mengenal batas dan akhir?
bagaimana aku bisa menuntut kalau kelapangan hatiku kini jauh lebih luas dan selalu bertambah luas?
bagaimana aku bisa membenci kalau aku menyayangimu?
untuk orang yang selalu aku sayang.

Sunday, January 24, 2016

Once my doctor said

Picture from this

Best Random Questions

So, I just found a nice link. It is 'Best 40 random questions you can ever ask someone', click here to see the questions and these are my answers. (I answered these on Friday, January 22nd 2016)
  1. The second, that I do not love them back.
  2. Studying?
  3. Yes, because I can do CPR.
  4. Waiting.
  5. A car, because I just want to have one.
  6. Yes I like, because it tastes good on my tongue.
  7.  Nope.
  8. My maid, her name is Mbak Mar.
  9. I usually right on time, sometime I come early.
  10. Yes I am.
  11. Love, because I need one.
  12. I can’t figure what’s my favorite book, magazine, or comic. But I read my agenda everyday and I bring it everywhere I go.
  13. My mom, because she is just too unreal to be true.
  14. My bachelor degree, it’s Annisa Zakiroh, S.Ked.
  15. My mom got really angry to me then she hit me with a hanger several times. No it’s not the pain that made it the worst punishment, but the fact she was so angry back then.
  16. Not really.
  17. Rainy days because I never know how snowy winter days going on.
  18. Leaf, water, and mountain.
  19. Doctor, because it’s freaking hard to be one. And an author because I just want to be one.
  20. Letting go my first love, “Nobody said it was easy” said Coldplay.
  21. To my self, just now, because I’m just too lazy.
  22. I actually can’t tell, but maybe it’s related with my way of dating.
  23. Wasted. You know the reason.
  24. Watch movie and read a book.
  25. Eyebrow, because I can read the whole character of a person by analyzing his/her eyebrow.
  26. Brain, because it’s the only part that matter.
  27. Lying to myself over and over again, maybe?
  28. I want to give my mom a time of peace. I want her to quit her job soon, pay her for a living, making her dreams come true, bring her to Mecca, fulfilled everything she want, make her proud of me. Okay those are my wishes.
  29. I don’t have any.
  30. It’s a single bed, just like the owner.
  31. It’s “How Long Will I Love You” from “About Time” movie, sung by Ellie Goulding.
  32. 0702.
  33. Energen vanilla with Richeese Nabati wafer.
  34. First, it has to be male singer. I’ll go with Coldplay, Ronan Keating, and Barasuara.
  35. Live with my mom, I just can’t wait.
  36. Bakso, Nasi Goreng, Carbonara fettucini, Steak, Sambal terasi bawang.
  37. His/her birthdate, I always ask this, do you know why?
  38. Yes of course! Who doesn’t?
  39. Everytime I can.
  40. Me in future. As a wife, as a housewife, as doctor, and as a working mom.
      Let's try this! Somehow it's fun and made me know myself better. Mmm, make sure your answer is the first thing that popped out on your mind! :) 

Friday, January 22, 2016

What Moriarty said to Sherlock

S: “I saw you die, why aren’t you dead?”

M: “Because it’s not the fall that kills you, Sherlock. Of all people, you should know that, it’s not the fall, it’s never the fall. It’s the landing.”

(Sherlock Holmes The Abominable Bride, 2016)

Thursday, January 21, 2016

Do not ruin someone’s happiness only to find yours

Suatu sabtu di bulan Oktober saya menghadiri sebuah undangan pernikahan teman saya dari Indonesian Youth Conference. Yang membedakan undangan pernikahan kali ini dari yang lain adalah, karena pengantin wanitanya pernah memiliki hubungan cukup lama dengan salah satu teman saya di IYC juga yang kemudian satu tim dengan saya di IYC 2015. Beda karena... Pulang kondangan saya masih harus ikut para lelaki nongkrong di Beer Garden untuk melepaskan penat dan menunjukkan dukungan kepada teman saya yang baru saja ‘ditinggal nikah’ ini. Penolakan saya dibalas dengan “Ah payah lu... Masa ngga mau nemenin Ivin... Ini temen lo satu tim lho yang ditinggal nikah... Masa ngga mau ngedukung dia... Ikut lah... Nongkrong doang kan.” Dan saya menyerah.

Indonesian Youth Conference squad at the wedding
Singkat cerita, setelah kurang lebih 2.5 jam di Beer Garden dan waktu menunjukkan pukul setengah 1 malam, kami bersiap pulang karena beberapa dari kami ada yang harus bekerja sangat pagi di hari minggu itu. Lalu teman saya yang baru saja ditinggal nikah mulai menyalami kami satu per satu sambil sedikit tertawa-tawa tapi tenang dia belum mabuk kok. Apa yang dia katakan?

I: “Thank you so much for your support brothers and sisters, gue ngga akan ada di posisi seperti sekarang tanpa kalian, kalian yang bisa bikin gue kayak sekarang, karena gue merasa aman, gue  merasa dikelilingi orang-orang yang selalu mendukung gue apapun itu keadaannya, thanks for coming to support me.”

Kemudian teman saya nyeletuk,

R: “Sama-sama bro, mau didoain apa Vin? Kutunggu jandamu? Atau?”

I: “Nope, you don’t say. Enggalah masa kutunggu jandamu. Suka sih masih ada, sayang juga. Tapi, I don’t want to ruin their happiness only to get mine. She is happy now, they are happy now. And I will find my own happiness too, without ruining theirs.”

Jleb, saya yang saat itu di kursi pojokkan supaya tidak terlalu terpapar dengan asap rokok dan bau minuman, langsung makin terdiam dan saya pun berpikir.

“So do I, I will never ruin someone’s happiness to get mine, because I will find my own happiness by getting it by myself.”

Note to self: read the title.

Tuesday, January 19, 2016

Just another quote...

but this one comes from one of my favorite movies, Friends With Benefits.

Monday, January 18, 2016

My 2016 resolutions

Beberapa waktu lalu, saya sedang scroll timeline instagram, lalu saya bosan. Lalu saya membuka explore, mencari sesuatu yang menarik, kemudian saya menemukan gambar ini dan langsung saya screen capture.

Memulai tahun 2016 tentunya saya ingin memiliki beberapa resolusi, yang setelah saya renungkan dan pikir matang-matang, nampaknya tidak akan banyak jauh berbeda dengan resolusi tahun sebelumnya karena 2 tahun (sejak akhir 2014) ini fokus utama saya memang hanya menekuni dunia coass. Lalu saya mulai mencari resolusi baru yang bisa ‘menghidupkan’ 2016 saya dan menjadikan tahun ini ‘beda’ dari tahun sebelumnya. Dan senangnya akhirnya saya menemukan resolusi yang ringan tapi saya yakin akan jadi resolusi yang bisa ‘membedakan’ tahun ini dari sebelum-sebelumnya. Karena mencoba hal-hal baru adalah hal yang selalu menyenangkan, saya percaya itu.

·      Start a blog
Karena sudah punya blog ini sejak 2009, jadi yang perlu saya lakukan hanyalah mengaktifkannya kembali dan menghangatkan suasana yang sempat dingin di wadah ini. Jadi jangan kaget kalau akan ada post yang terus bermunculan di blog ini, semoga saya konsisten. Selain blog, saya juga akan mulai mengaktifkan diri kembali di media sosial dan mulai memberlakukan treatment yang berbeda dari setiap media sosial, jauh lebih menstrukturkan media sosial saya. Ini adalah eksperimen mini saya yang ingin saya lakukan pada media sosial saya sendiri setelah cukup belajar memegang media sosial lain. So you will see my name in your timeline more often!
·      Get out of debt
Soal keuangan, tahun 2015 sangat sangat baik bagi saya, Alhamdulillah. Bukan berarti saya punya pendapatan tetap atau punya sumber keuangan lain yang cukup stabil, tapi saya merasa keuangan saya di tahun 2015 sangat cukup. 85% wishlist 2015 saya berhasil saya beli dengan uang jajan saya, dan saya pun sempat melakukan beberapa eksperimen dalam menemukan jati diri berpakaian saya. Namun setelah saya sadari, saya masih memiliki pengaturan keuangan yang buruk sehingga saya meninggalkan hutang di beberapa teman, dan saya telah berjanji pada diri saya sendiri untuk melunasinya awal tahun ini, lalu menghilangkan kebiasaan berhutang dari diri saya. Wish me luck!

·      Simplicity your diet
Saya tidak pernah bilang saya diet, karena saya selalu gagal berdiet, entah kenapa. Ketika menurunkan berat badan hingga 10 kg waktu itu, saya lupa apa yang saya lakukan, karena itu terjadi begitu saja. Tapi sudah setahun terakhir saya makan nasi hanya 1/3 porsi orang-orang pada umumnya, hasilnya? Saya masih gendut. Jadi untuk tahun ini, mungkin saya akan mulai dengan makan ayam 2 minggu sekali, makan seafood 2 minggu sekali, makan gorengan seminggu sekali. Lalu saya makan apa? Jawabannya adalah... Ikan, hahaha. Daripada punya target yang muluk-muluk, saya rasa target sederhana dan bertahap terhadap makanan yang saya makan seperti tadi akan membawa perubahan yang baik bagi saya. I hope!

·      Plan for retirement
Karena saya tidak memiliki afiliasi yang memberatkan saya, saya bingung harus retire dari apa. But I plan for retirement of drama, drama, and drama. I plan to keep my circle small and close, so I can enjoy most of my time with my beloved and stay away from drama. Yuhu!

·      Take a writing class
Saya selalu ingin jadi penulis. Saya selalu ingin jadi penyair. Saya selalu ingin jadi sastrawan. Ini adalah keinginan saya sejak SD, sejak kecil. Mungkin karena memang saya suka bermain dengan bahasa, dan saya juga merasa memiliki kemampuan dengan bahasa. Saya terpikir untuk kembali mengingat keinginan masa kecil saya ini dan mulai mewujudkannya. Sekarang saya sudah lebih tahu ‘gaya’ saya seperti apa dan akan jadi penulis seperti apakah saya. Yang belum saya ketahui adalah, saya akan belajar di kelas menulis yang mana.  So, which class should I take?

·      Read one book per month
Kapan terakhir kali saya membaca buku? Sudah sangat lama... Sejak masuk kuliah, saya sangat jarang membaca buku, kecuali buku-buku sekolah saya. Dan senang sekali saya bisa memulai tahun 2016 ini dengan resolusi yang tepat, yaitu: membaca (setidaknya) satu buku setiap bulan, saya mulai dengan... The Alpha Girl’s Guide oleh Henry Manampiring.

·      Say goodbye to fake friends
Since I don’t think that I have any fake friends, so... This one doesn’t count. J

·       Join a free local meetup group
Saya sudah bergabung menjadi panitia Indonesian Youth Conference sejak tahun 2012, setelah 3 tahun menjadi panitia, tahun 2016 ini saya akan menjadi salah satu tim Digital bagi Sinergi Muda. Saya bisa sampai di posisi saat ini karena bertahun-tahun bekerjasama dengan orang-orang hebat. Anak muda yang bagi saya, luar biasa. Tidak pernah menghilangkan identitas mereka sebagai anak muda, tapi yang mereka lakukan selalu membuat saya kagum, melebihi dari apa yang orang dewasa dapat lakukan. Lalu, ketika saya akan mulai sesuatu di tempat lain, kadang saya bingung saya harus mulai dari mana. Bagaimana rasanya berkenalan lagi? Bagaimana rasanya menunjukkan performa terbaik lagi? Bagaimana rasanya memulai semua dari awal lagi? Kadang saya takut, tapi juga excited. Jadi... Nampaknya saya akan memulai bergabung dengan salah satu perkumpulan anak muda yang (semoga) kali ini berkaitan dengan bidang pekerjaan dan sekolah saya. Because I hope it can improve my skill, my knowledge, and enlarge my connection, Amen!

ID card Panitia IYC 2013-2014-2015
·      Exercise eighteen minutes every day
Ibu saya sedang mengejar-ngejar saya untuk bisa menurunkan berat badan sejauh mungkin sampai ke target saya setiap tahun yaitu 55 kg. Untuk mencapai berat badan tersebut saya harus kehilangan 20 kilogram dari berat badan saya sekarang. Bagaimana caranya? Yang saya inginkan sih... Mendaftar di salah satu gym yang dekat dengan Fatmawati. Tapi ibu saya tidak setuju. Lalu saya rasa yang paling mudah adalah... Berolahraga setiap hari. Sedikit tapi setiap hari. Kurang lebih 15 menit adalah waktu tempuh dari pintu kamar kosan saya hingga ke bangsal tempat stase saya. Namun resolusi ini menyebut 18 menit. Kalau waktu tempuh 15 menit yang saya lakukan untuk berjalan dari kosan saya sampai ke tempat saya bertugas saya lakukan bolak balik, maka itu sudah 30 menit. Hal itu sudah saya lakukan setahun namun saya masih saja... Gendut. Itu artinya kebiasaan berjalan kaki tersebut belum dianggap cukup sebagai exercise. Lalu saya memutuskan untuk... Berlari pagi atau lari sore SETIAP HARI. Bisa jam 5 pagi sampai jam 6 pagi ketika saya tahu sore-nya saya ada janji. Atau jam 5 sore hingga jam 6 sore disaat saya free. Apakah saya bisa? We’ll see!

What’s the best thing of making resolutions? No, it’s not about making it happen. But it’s about trying something new that you may think it’s impossible to you. Because once Nelson Mandela said “It always seems impossible until it’s done.” 

Sunday, January 17, 2016


Satu bulan terakhir boleh dibilang saya sedang berada pada titik yang saya sungguh dapat saya katakan... “I’m proud of myself.” Hmmm ini bukan tentang prestasi di sekolah sih, karena kalau itu menurut saya adalah sebuah kewajiban saya kalau saya harus mencapai beberapa titik tertentu, hal itu wajar, sangat wajar menurut saya. Ini lebih kepada... Pilihan. Pilihan-pilihan hidup saya.
Sebelum tahun 2016 dimulai, ada banyak sekali hal yang ingin saya lepaskan dari diri saya. Hal-hal yang sudah begitu lama saya simpan dan jaga hanya karena begitu sulitnya saya untuk keluar dari zona nyaman saya. Dan akhirnya... Saya berhasil meyakinkan diri saya untuk mengambil beberapa keputusan dan memilih beberapa dari pilihan yang ada.

Pertama, saya berhasil jujur kepada diri saya sendiri, untuk memilih melepaskan seseorang yang 2 tahun terakhir bersama saya. Karena saya rasa, saya dan dia lebih baik untuk berjalan di jalan masing-masing, saling menemukan diri masing-masing, dan berdampingan dengan orang lain, tidak saling memaksakan untuk tetap bersama diatas banyaknya keraguan. Awalnya sulit sekali membayangkan harus sendiri, dimana saya sebelumnya selalu bersama orang lain, lalu saya mulai membiasakan diri saya sendirian, dan akhirnya keyakinan saya muncul saat saya shalat Ashar di sebuah sore, tiba-tiba saya diberi keyakinan sangat besar dan akhirnya saya memilih untuk mengakhiri hubungan saya. Apa yang saya rasakan? Sedih. Lega. Banyak orang-orang yang kaget, terutama orang-orang yang dekat dengan saya. Tapi saya sama sekali tidak menyesal, karena pilihan ini sangat yakin saya ambil. Terima kasih Ya Allah atas jawaban doa-doaku.

Kedua, beberapa waktu terakhir saya sedang berada dalam zona nyaman lainnya. Saya begitu terlena dengan zona nyaman itu, sampai akhirnya saya merasa sepertinya zona nyaman ini sudah begitu melarutkan dan saya harus mengambil langkah apakah saya akan terus pada zona nyaman tersebut atau saya memilih meninggalkannya. Beruntung saya sempat pulang ke kampung halaman selama 2 minggu. Saya banyak berpikir, banyak berdoa, banyak memikirkan hal-hal yang ada dalam hidup saya. Dan akhirnya saya di suatu sholat Isya saya tiba-tiba saya seperti dibisikkan “No, definitely not...” Terima kasih Ya Allah, sekali lagi doaku sudah dijawab.

Ketiga, sekembalinya saya ke Jakarta setelah 2 minggu di Balikpapan, cukup banyak hal yang berubah, dimana perubahan itu adalah hasil keputusan dan pilihan yang telah saya ambil sebelumnya. Awalnya saya merasa canggung dengan perubahan itu. Akhirnya, saya ‘menarik’ diri saya dari beberapa zona nyaman saya. Cukup lama saya benar-benar sendiri. Apa yang saya lakukan? Saya ‘menyibukkan’ diri saya dengan hal-hal baru. Saya nonton serial Thailand berepisode-episode, padahal saya orang yang paling malas nonton serial karena malas mengikutinya. Saya nyuci baju sendiri, padahal biasanya sellau laundry. Saya setrika baju sendiri, padahal biasanya malas. Saya lari sore sendiri padahal biasanya rame-rame aja saya ogah. Saya membereskan kamar jadi lebih sering. Saya menghabiskan hari sabtu dan minggu hanya di kamar, tidak keluar sama sekali, padahal biasanya tidak pernah seperti itu. Saya benar-benar menarik diri sampai-sampai teman saya mencari-cari saya.

Keempat, keputusan saya untuk meninggalkan salah satu zona nyaman saya adalah salah satu keputusan terbaik tahun ini nampaknya. Kenapa? Karena kemudian saya menyadari bahwa zona nyaman itulah yang sedang meninggalkan saya. Benruntungnya, saya telah lebih dulu meninggalkannya. Jadi, saya tidak perlu terlalu bersedih.

Kelima, kakek saya baru saja meninggal dunia, di Balikpapan. Beliau pergi di usia hampir 100 tahun, padahal sekitar 2 minggu lalu saya masih sempat memijiti beliau, mengajak ngobrol, namun akhirnya beliau kini benar-benar tiada. Disisi lain, ada kelahiran baru. Saya punya ponakan baru, anak kedua dari kakak kedua saya, ini adalah ponakan kelima saya. Begitu dekat jarak kelahiran dan kematian, hanya jika kita menyadarinya.

Pilihan. Keputusan. Pilihan dan keputusan untuk diri sendiri membawa saya ada di titik saat ini. Dimana sendiri pun saya akan tetap terus berjuang sendiri. Karena kata ibu saya, ketika kita lahir kita dalam keadaan sendiri, kita mati pun akan dalam keadaan sendiri. Lalu, mau sampai kapan kita selalu bergantung kepada orang lain?