Saturday, March 01, 2014

Welcoming March, month of my life's changing

Hari ini adalah hari pertama bulan Maret, dan saya menerbitkan tulisan yang sudah saya tulis ini sejak akhir Februari lalu. Bulan Maret bukan bulan penting di keluarga saya, bukan bulan ulang tahun saya ataupun orang-orang tersayang saya, tapi justru bulan ini jadi begitu khusus untuk diri saya.

Satu tahun sudah dari Maret 2013. Kadang-kadang saya merasa semua terlewati terlalu cepat, atau malah kadang-kadang sayang merasa saya tidak sedang jalan kemana-mana.

Di bulan ini setahun lalu saya habiskan dengan berliter-liter air mata, karena banyak sekali hal yang harus saya nikmati dalam waktu yang bersamaan. Di bulan ini setahun lalu saya diajari banyak hal, kalau memang hidup ini tidaklah semudah yang saya bayangkan. Dan di bulan ini setahun lalu saya diberi kejutan manis, yang bikin hidup saya jauh lebih berwarna.

Dengan semua yang terjadi, saya memang harusnya menjadi lebih dewasa, ya begitu sudah seharusnya. Dan itu juga yang saya rasakan. Terlebih lagi ada orang yang selalu mengingatkan saya "gue disini cuma supaya lo tambah dewasa, tambah kuat, tambah baik, kalau lo udah ngga suka dengan keberadaan gue di sebelah lo, lo boleh bilang kok."

Kita memang akan baru merasakan begitu besar sebuah nilai sampai ketika kita telah kehilangan nilai tersebut, namun kehilangan tidak akan memberikan apa-apa sampai kehilangan berubah menjadi keikhlasan. Dan itulah yang masih selalu saya coba lakukan sampai sekarang.

Bersyukur dengan apa yang saya miliki saat ini, dan memperjuangkan hal-hal yang layak saya perjuangkan, pernah suatu saat saya diingatkan "gue cuma ngga mau aja lo ngabisin waktu lo banyak-banyak ngurusin hal yang ngga terlalu penting, masih banyak yang bisa lo kerjain kok, you are more than what you think, and I'm here to support you."

Dengan ini semua saya memang telah menjadi lebih dewasa, dan terus belajar dewasa. Dan dengan ini semua saya harus banyak-banyak bersyukur, karena banyak sekali hal-hal yang luput saya pandang yang sebenarnya itu semua begitu berharga bagi saya.

Satu tahun sudah sejak kehilangan ayah dan laki-laki itu. Satu tahun sudah saya berusaha berdiri di atas kaki saya dan menatap tegak, membentengi diri saya sekuat tenaga dan mengusir segala kelemahan. Satu tahun sudah saya belajar terlalu banyak, sangat banyak, dan masih kurang banyak. Satu tahun yang penuh dengan naik turun namun itulah yang saya nikmati. Satu tahun yang tidak pernah akan saya lupakan setiap prosesnya, namun selalu akan saya syukuri, nikmati, dan cermati lagi lebih dalam.

Satu tahun ini saya banyak sekali bertemu dengan banyak orang, yang mengajarkan saya banyak perjalanan. Saya juga banyak sekali mencicipi karakter, dan menikmati keluwesannya. Setahun ini saya merasa saya sedang berjuang memperjuangkan diri saya. Setahun ini saya menjadi lebih keras dan terlalu kuat mungkin menutup diri sampai-sampai saya cukup sering menolak kebaikan orang lain. Setahun ini saya boleh jadi menjadi orang lain, tapi saya selalu yakin saya sedang menjadi yang lebih baik.

Satu tahun pertama tanpa kedua laki-laki hebat di hidup saya, setahun pertama semuanya jadi lebih menantang dan tak terduga. Alhamdulillah sudah satu tahun ternyata. Terima kasih untuk kekuatan, kebaikan, dan keikhlasan, semoga saya selalu bisa menjadi seorang yang yang lebih baik untuk seterusnya.

Dan untuk kamu yang memilih untuk pergi, semoga kamu juga merasakan apa yang saya rasakan. Satu tahun sudah lewat, semoga kita sama-sama menjadi orang yang lebih dewasa, dan semoga pilihan-pilihan hidup kita selalu mengantarkan kita pada kemungkinan-kemungkinan yang terbaik, Amin. Semoga bahagia! :)