Posts

Showing posts from 2013

sebuah ritme

kita mungkin tidak saling jatuh pada diri masing-masing sejak dulu, namun setelah 2 tahun berlalu
atau kita juga tidak sedang saling menjatuhkan diri pada sesuatu yang tidak seharusnya kita miliki
kita hanya berlabuh pada diri masing-masing disaat kita merasa butuh
kemudian kita berdiam lama-lama karena terkagum-kagum dan terlalu nyaman
lalu kita saling bertanya kenapa tidak kita tinggal dan diam saja pada diri masing-masing
lalu belajar dan mengenal dan mencari tahu sembari kita menjalani hidup di tempat yang sama
lalu kita saling bertemu lagi, lalu rasanya semua menjadi lebih masuk akal
dan kemudian kita merasa, sudah saatnya ini semua terjadi pada tempatnya.

selamat datang di kehidupanku, selamat menikmati perjalananmu.

biasa

aku tidak terlalu yakin aku bisa menuliskan kalimat yang panjang untuk menjelaskanmu, karena aku pun tidak bisa merasakan dan menjelaskan apa-apa, tentang kamu, tentang ini, tentang aku. sejak terakhir kali aku menulis untuk seseorang, aku merasa aku tak akan mampu menuliskanmu sesuatu. maka biarkan sajalah ini menjadi begitu sederhana dan hambar, karena sulit sekali untuk aku utarakan, atau terlalu sulit juga untuk aku terjemahkan.
dengan segala perbedaan, kesederhanaan, segala-segala yang sangat biasa, atau kekakuan yang timbul. namun juga dengan intensitas yang begitu banyak, dengan kehadiran yang tidak mampu aku elak bahkan selalu aku tanya, aku hanya ingin berterima kasih banyak... karena telah membantuku begitu banyak dan tetap memakluminya dengan tanpa permintaan lebih.
...dan terima kasih banyak, untuk selalu ada, dengan segala yang berbeda, dan hal-hal aneh yang timbul. maka biarlah hal-hal biasa yang ada ini semoga selalu akan menjadi biasa, sampai kapanpun...

A reminder

Image

akhirnya

entah kapan tepatnya tapi yang saya tahu antara akhir oktober menuju awal november. perlahan-lahan saya mulai bisa menerjemahkan setiap lirik dari lagu-lagu Sheila on 7 yang saya dengar setiap hari. lalu saya juga mulai terbiasa dengan rutinitas yang menyedot saya. terlebih lagi kehadiran orang-orang tertentu yang membuat saya cukup teralihkan. perlahan-lahan saya mulai menggunakan teori, logika, dan pemikiran di atas perasaan saya. karena ya benar, perasaan bisa diatur dengan pemikiran.

saya selalu gagal membuat keputusan, maka lebih baik saya menjalankan hasil keputusan dari orang lain. namun saya tidak kunjung diberi keputusan, sampai akhirnya saya secara tanpa sadar telah membuat keputusan bagi saya sendiri dan untuk beberapa pihak lainnya. keputusan yang saya ambil secara sepihak, diam-diam, disaat hari-hari saya terlalu padat untuk merenungkan apa-apa yang terjadi dan bagaimana kelanjutannya.

bukan karena saya terlalu lelah, kelewat capek dan hilang daya, ah tidak. itu semua masih…

kadang-kadang

kadang-kadang, kita tidak pernah tau kenapa semuanya berjalan dan berhadapan secara berkebalikan. tapi kadang-kadang, yang kita tahu, itu diciptakan begitu supaya perjalanan kita penuh dengan liku.

kadang-kadang kita sadar waktunya sudah datang, kita bisa bilang "Ini dia waktu yang paling tepat!", namun selalu ada saja kesempatan yang membelokkan keyakinan.

kadang-kadang kita terjatuh, semua orang datang berbondong-bondong mengangkat dan menguatkan. semua bilang kita harus segera bangkit, segera. bahkan berbagai cara mereka tempuh untuk membangun kita kembali.

kadang-kadang kita bertemu dengan sebuah galah pelompat, yang mampu membuat langkah kita beribu-ribu jauh lebih jauh. namun kadang-kadang orang-orang yang kita sayang tidak suka galah itu.

kadang-kadang kita sudah punya sikap yang kuat, kadang-kadang kita sudah yakin dengan pilihan kita. justru disaat itulah, kadang-kadang orang-orang yang biasa mendukung kita malah berkebalikannya.

kadang-kadang di mata kita, kita sudah me…

dua oktober malam menuju tiga oktober

20 tahun coy! jadi ini isi kepala saya pada tanggal dua oktober malam menjelang tiga oktober, dua ribu tiga belas. selamat membaca...

sebagai orang yang cukup drama dan sensitif dengan hal-hal yang bawa-bawa perasaan, yang perlu ditegaskan kalau saya termasuk yang gampang nangis, gampang tersentuh, gampang kebawa suasana, gampang terenyuh, nah normalnya aja udah 'gampang', apalagi kalau patologisnya, efeknya bisa bekali-kali lipat. jadi jangan kaget lah harusnya kalau kemarin saya galau begitu-begitu amat, hihihi.

saya juga anaknya 'moment banget', apa itu 'moment banget'? jadi saya itu ngga peduli ada apa, dimana, berapa duit yang keluar, exposure apa yang didapat, siapa aja, saya suka ngga peduli, yang saya peduli adalah mindset saya sendiri tentang sebuah moment, sebuah peristiwa, mau seindah, semagis, semahal, semeriah apapun sebuah moment, tapi kalau detil-detil yang tercantum dalam mindset saya tidak terconteng, tetap tidak akan jadi sesuatu buat saya. jad…

aku ingin menutup mata, telinga, dan perasaanmu

datang, temui, dengar, dan diamkan

"Kalau ada orang di dunia ini yang paling bikin aku iri ya dia, aku iri banget sama dia, dari dulu, bahkan mungkin sampai sekarang. Aku ngga tau apa yang dia lakukan ke kamu sampai bisa bikin kamu sebegitunya dulu."

"Dia ngga ngapa-ngapain, dia kacau, asal-asalan, kalo ngomong juga ngasal, tapi setiap dia ngomong serius, cukup satu kalimat aja, aku bisa langsung diem dan mikir."
"Mungkin setelah gue pikir-pikir, gue tuh takluk sama cowok yang bisa bikin gue diem, karena gue cerewet banget, dan gue ngga bisa diem, gue ngga bisa nahan untuk ngga ngeluarin apa yang ada di pikiran dan perasaan gue. Lo tau kan, kalau ada orang ngomong aja rasanya pengen langsung gue potong kalau ngga sesuai sama pikiran gue."

"Iya bener, gue tau. Tapi ternyata lo kebalikannya dari gue; kalo lo butuh orang yang bisa mendiamkan elo, gue butuh orang yang kalau sama dia gue bisa cerita apapun yang ada di pikiran gue, karena gue ngga bisa terbuka sama orang, jadi kalau gue bis…

menjadi dewasa

kurang lebih sepekan lagi saya akan memiliki usia berkepala dua. rasanya tidak ingin, masih ingin jadi anak belasan tahun, masih ingin bangga menyebut "Gue masih 19 tahun, dong!". mungkin buat beberapa orang, menjadi 20 tahun adalah sebuah proses biasa, bagi sebagian lainnya begitu membahagiakan karena akhirnya bisa berkepala dua, dan bagi sebagian lainnya lagi -termasuk saya- ini tentu sesuatu yang cukup berat karena usia berkepala dua bukan lagi waktunya bermain-main.
yang jadi pikiran berat di kepala saya sejak saya masih berusia 17 tahun adalah... "Gila gue 20 tahun belum ngapa-ngapain, biasa banget, ngga punya prestasi, bukan siapa-siapa, 20 tahun hidup gue ngapain aja coba..." dan ternyata 3 tahun berlalu, yang masih ada di pikiran saya juga hal yang sama, sepekan lagi saya In Shaa Allah berusia 20 tahun, dan saya belum jadi apa-apa.
saya adalah seorang mahasiswa kedokteran tingkat 3 di sebuah Universitas Negeri di Jakarta coret, tepatnya Ciputat. sebentar lagi…

getting hurt and feeling regret

I'm not afraid of getting hurt, I'm afraid of feeling regret; at everything.
— Annisa Zakiroh (@annisazakiroh) August 19, 2013

saya lebih pilih merasa sakit karena mengambil sebuah resiko, daripada merasa menyesal karena tidak pernah mencoba. karena sakit bisa sembuh, namun penyesalan tidak akan pernah bisa saya apa-apakan.

PATIENCE?

Image
"Nothing GREAT ever came THAT easy", we need HARD-WORK and PATIENCE.
If I already found HARD-WORK(s) everywhere, then where I could find PATIENCE?

- Inspired by @raisa6690's post on her instagram accout

Masa Depan

Kita selalu tertarik dan bertanya-tanya tentang masa depan, karena masa depan itu seru, penuh kejutan, banyak kemungkinan, dan tidak ada yang pasti dengan masa depan.

Masa depan itu dekat, karena apapun yang kita lakukan sekarang, selalu membawa masa depan tertentu untuk kita; begitu dekatnya kita dengan masa depan.

Masa depan itu jauh, karena Ia tidak disini, tidak tergapai, tidak terengkuh; tapi Ia selalu ada disana. Itulah jarak yang membatasi kita dengan masa depan.

Selalu ada yang seru dan menarik dari masa depan, karena Ia begitu jauh dan tak tertebak; namun juga selalu ada yang menakutkan dan menghantui dari masa depan; karena Ia begitu dekat dan menuntut kita untuk bertindak sekarang juga.

Aku semakin tidak sabar dengan masa depan, rasa-rasanya aku ingin segera bertemu dengannya. Tapi aku juga belum siap bertemu masa depan, aku masih terlalu dini.

"Hai masa depan, aku siap-siap dulu ya, aku mau jadi pribadi yang matang dan dewasa untuk bertemu denganmu, agar aku…

Mendengarkan dan Berbicara

Setengah tahun lebih 2013 berjalan, boleh dibilang inilah setengah tahun penuh pembelajaran buat saya, setengah tahun yang paling seru dan tidak terduga-duga. Jika disederhanakan, pembelajaran yang saya dapatkan bisa dibagi menjadi belajar di kampus, luar kampus, dan belajar hidup. Jangan pikir kalau yang saya maksud disini hanya belajar di kampus, yang saya maksud adalah belajar, secara keseluruhan, apapun yang baru dan bisa saya pahami, itu artinya baru saja saya pelajari. Saya pernah tweet begini beberapa hari yang lalu.
belajar itu; bisa apa saja, kapan saja, diimana saja, dan dengan siapa saja. jadi pastikan diri kita selalu siap belajar.
— Annisa Zakiroh (@annisazakiroh) July 12, 2013
Kata-katanya klise sih, semua pasti pernah dengar, tapi sekarang-sekarang inilah saya sadar kata-kata itu memang benar, dan saya sangat yakin makna kata 'belajar' itu luar biasa, dan saya rasanya tidak ingin berhenti untuk belajar.
Saya suka sekali bicara. Saya sadar sekali malahan kalau s…

End

"I won't ask you to stay, I want you to find your own reason; to stay or to leave.
Everything has its end, so does this feeling.
See you at the finish line."

5+1=6

Image
persetan dengan masa lalu, aku hanya ingin terus bersama lima orang ini, selamanya.
persetan dengan masa depan, aku bersyukur punya lima orang ini, hari ini.

2008
2009
2010
2011
2012
2013
persetan dengan segalanya, aku cuma mau kalian berlima, utuh kita berenam.

aku ingin berterima kasih

aku ingin berterima kasih

karena telah menitipkan berjuta rasa yang tak mampu untuk aku ungkapkan dengan kata-kata
karena selalu membuat aku bahagia dengan beribu cara yang kamu punya

aku ingin berterima kasih

karena selalu menjadi alasan dan jawaban atas semua pertanyaan dan keraguanku
dan memang hanya kamu yang aku inginkan untuk selalu ada disini, untukku

aku ingin berterima kasih

karena pernah mengizinkanku untuk memiliki, mengasihi, menjaga, dan menyayangimu
karena pernah mengizinkanku memberi cinta dan semua yang kamu inginkan

aku ingin berterima kasih

karena pernah mengizinkan aku untuk mewujudkan semua impian dan harapanmu menjadi kenyataan
karena pernah mengizinkan aku untuk berusaha melakukannya, dengan kemampuanku

aku ingin berterima kasih

karena pernah menjadi pilihanku, walau aku tidak tahu apa kamu yang terakhir dalam hidupku
karena pernah menjadi yang pertama, yang pernah ada di saat pagi ku membuka mata

aku tidak pernah tahu

siapa yang terakhir, dan siapa yang jadi selamanya
tapi aku…

9 bulan bersama Indonesian Youth Conference 2013

Image
berikut adalah rangkain tweet yang saya post di twitter saya @annisazakiroh hari Minggu 7 Juli 2013 lalu, tepat satu hari setelah penyelenggaraan Festival Indonesian Youth Conference 2013, yang berarti bahwa posisi saya sebagai panitia pelaksana IYC 2013 telah selesai.
jadi semalem IYC keempat yaitu IYC 2013 selesai ditutup manis dengan Maliq dan obrolan-obrolan manis panitia yang bikin haru
— Annisa Zakiroh (@annisazakiroh) July 7, 2013
tahu IYC dari pertengahan 2009 waktu masih di Balikpapan, dan bisa ikut bikin IYC tahun ini tuh rasanya tak ternilai, bahagia, sampai akhir
— Annisa Zakiroh (@annisazakiroh) July 7, 2013
kalau ditanya apa yang mau disampaikan, jawabannya cuma 1: "terima kasih telah diberikan kesempatan" itu sudah cukup menggambarkan semuanya
— Annisa Zakiroh (@annisazakiroh) July 7, 2013
terima kasih sudah diajarin macem-macem, dipercaya, dikasi amanah, dikenalin dengan dunia baru, belajar masalah-masalah baru
— Annisa Zakiroh (@annisazakiroh) July 7, 2013

tanggal ini, enam tahun yang lalu

Image
saya bukan tidak melangkah maju, saya malah sedang berjalan meninggalkan,
saya hanya ingin berterima kasih, karena pernah tinggal, diam, dan bersemi disini
saya bukan hilang ingatan dan terlalu cepat mencoba melupakan,
saya hanya sedang mengenang dan ingin berterima kasih karena telah menjadi bagian hidup saya
saya bukan menyerah dan berhenti dari seluruh perputaran nasib,
saya hanya sedang belajar bagaimana menghadapi dan ingin berterima kasih pernah mengajarkannya

saya akan terus belajar dan mengejar apa-apa yang saya inginkan,
dan saya berterima kasih pernah merintis jalan menuju masa depan bersama-sama
saya akan terus menulis target-target dan pencapaian-pencapaian yang saya mau,
dan saya berterima kasih pernah membenarkan atau memberi saya petunjuk
saya akan terus berjuang dan mewujudkan impian-impian saya,
dan saya berterima kasih pernah memupuknya lalu membiarkan saya berdiri di kaki sendiri

terima kasih untuk bertahun-tahun lamanya bersama, mendoakan, mengerti, menjaga, mendukung, memban…

Jawaban

Image
Kalau ditanya kenapa bingung harus menjawab apa. Terlalu banyak kemungkinan dan kemungkinan yang berputar-putar dalam pikiran. Kalau harus mencari alasan dan pembelaan rasanya semua hanya jadi terlihat begitu semua. 
Mungkin sesungguhnya bukanlah alasan yang perlu dicari, tapi inilah jawaban. Jawaban dari apa? Doa mungkin. Doa siapa? Entah siapa. 
Terlalu banyak kemungkinan yang bisa timbul, terlalu banyak kekurangan untuk dibicarakan, atau terlalu banyak permasalahan untuk dipecahkan. Pilih yang mana? Aku belum bisa menentukan.
Tapi sekali lagi, jelas mungkin inilah jawaban. Yang mungkin telah ditunggu sekian lama, atau telah diharap-harap. Inilah jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang selama ini dipendam. Atau ini jugalah jawaban dari kebimbangan. Jawaban ini datang, sekarang.
Setiap paginya aku terbangun masih dengan pertanyaan, atau dengan kesedihan. Tapi sesungguhnya aku belajar, dan aku berusaha. Bukan berarti aku menyerah, aku akan tetap berjuang, sampai benar-benar sampai di tuju…

Sudah padam, kok!

Image

(don't) bring back that lovely feeling

Image

you're still written in the scars on my heart...

Image
you're not broken just bent, and we can learn to love again...


Untuk Bapakku

(ditulis tepat sebulan lalu pada Senin, 04 Maret 2013 di pesawat Citilink perjalanan ke Balikpapan.)