Wednesday, November 30, 2011

Blanket

Jadi kemarin itu karena lagi di modul Sejarah Kedokteran Islam dan Alhamdulillah agak santai, jadinya sepakat sama kamar sebelah mau nonton film di kamar gitu gelap-gelapan. Sepakat nonton 'A Walk to Remember' karena kan katanya mengharu biru itu film, eh ternyata DVDnya macet (ketauan bajakan haha), akhirnya memutuskan nonton Dear John (lagi, for me). Hahaha. Dan sukseslah malam itu kita jadi galau massal di kamar 308. Nangiiis. And one of my favorite song of that movie is...

Joshua Radi & Schuyler Fisk - Paperweight





Liriknya ya memang nggak gimana-gimana menghanyutkan, tapi sekali denger alunan musiknya, kayak pengantar galau, hahaha. Dan baris favorit saya dari keseluruhan lagu ini adalah:
"paperweight on my back, cover me like a blanket..."


Tuesday, November 29, 2011

Agung Laksana Dharmantara

Agung Laksana Dharmantara.
Once he came, and now he's living there. Yep, in my heart. Pertama kali ketemu di Januari 2007, dan terakhir bisa lihat wajah dia secara langsung awal Oktober 2011 lalu, tepat ulang tahunku. Kenal mungkin nggak seberapa lama, ya. But he stealed my heart, and won't give it back. For how long? Hahaha could I say, forever?...

We're officially together on June, 13rd 2007. He chosed the date. He loves thirteen. Sekarang kita sudah hampir 4,5 tahun bersama. Yep it's a long road, very long. Never thought that it's gonna be this long. But I do enjoy every moment of this journey, this journey of love.

Agung Laksana Dharmantara.
Moved to Bandung on June 2010. Left me back at Balikpapan. Thoughest moment of the journey. Can't believe I can through it all. And now I'm in Ciputat, he stays in Bandung. We're apart. But actually we're not. Hahaha. Masa-masa awal ditinggal adalah yang paling berat. Mungkin bagi yang udah baca blog aku dari lama, tau masa-masa parah dan galau itu. Dimana tulisan-tulisan yang muncul ya tulisan-tulisan tentang LDR. Dan sampai sekarang, bukan berarti kita udah nggak LDR lagi. Masih, kok. Jakarta-Bandung. Mungkin untuk yang denger Jakarta-Bandung, kedengarannya memang dekat, ya. But distance never lies. Nggak sedekat yang dibayangkan, yah. Kesempatan, kesempatan untuk bertemunya yang susah.

I do really love him. Totally. Dan Alhamdulillah aku juga selalu dilimpahi kebahagiaan dengan keberadaan dia. Pasti kita pernah berantem dan nggak nyambung. Tapi entah kenapa, apalagi untuk masa sekarang-sekarang, kita selalu ngerasa sayaaang banget sama waktu yang kita lewati kalau hanya untuk berantem. So, every morning when I wake up, I got new BBM from him. Even just a "Good morning" or everything. Nanya kuliah jam berapa, dan memberi semangat untuk kuliah. Eventhough I don't need them all, but thanks God I get them, every morning...

Aku tau aku nggak cantik. Nggak sepinter yang lain. Nggak seberkecukupan yang lain. Nggak sebaik yang lain. Nggak sesempurna yang lain. Dan aku tau masih banyak cewek yang lebih baik daripada aku di luar sana. Dan aku tau Agung juga nggak sempurna. Bukan cowok yang diidam-idamkan semua cewek. Bukan cowok yang ketika dia lewat, bakal mancing omongan orang-orang. Aku dan dia sama-sama bukan. But I know that I'm lucky enough to have him as my love. Too lucky I guess.

Agung Laksana Dharmantara.
He's part of my life. Dia ada di saat aku tumbuh. Dari aku umur 14 tahun, sampai sekarang aku hampir 19 tahun. Dari aku masih SMP kelas 2, sampai sekarang aku udah kuliah semester 1. Yep, dari kita masih ingusan, sampai sekarang kita udah beranjak dewasa. Kita bareng, selalu bareng, dan mungkin belum ada alasan untuk kita untuh nggak bareng-bareng. Could you stay here forever? *pointing to my heart* HAHAHA

Orientasi hidup kita udah banyak berbeda, ya. Jelas berbeda. SMP sampai ke kuliah ini. Banyak mimpi-mimpi yang aku tau dia inginin dari zaman SMP dulu. Beberapa udah dia dapatin, salah satunya, bisa jadi mahasiswa kedokteran, one step ahead to be a doctor, then be a pediatric. Aku selalu berusaha mendukung dan menjamin setiap keinginan dan kemauannya dia. Aku selalu berusaha menempatkan diriku sebagai orang yang akan mendukung dia terus-terusan sampai dia dapat dan akan menjadi yang pertama kali dia singgahi untuk mendengar kesedihannya dia ketika dia gagal. But it turns out that he never want me to do that. Dia selalu nggak mau nangis di depan aku, meskipun hanya di telepon. Saat dia gagal SNMPTN dan aku dapet, dia tahu aku seneng banget-bangetan, dan dia selalu deh, selalu tahu harus menempatkan diri. Yep dia memilih untuk aku nggak ngurusin dia dulu saat itu yang lagi sedih. Dia nangis, dia sedih. But it doesn't last forever, dia cepet bangkit, kok. Besoknya langsung semangat lagi untuk ikut tes-tes yang lain. Kesana kemari. Dan akhirnya... Dia bisa dapet Fakultas Kedokteran Universitas Jendral Ahmad Yani Bandung. Memang bukan UI, atau UNPAD. Dan aku juga bukan UI atau UNPAD, kok. Aku UIN. We're both on average.

Tapi yang jadi poin disini adalah perjuangannya dia. Nggak ada yang tau sejauh mana sih dia berjuang, so do I. Cuma dia dan Allah yang tau. Yang paling tau. Dan ketika dia sampai di titik keberhasilan itu, nggak ada yang bisa aku lakukan selain aku ikut bahagia. Aku langsung telepon dan seneeeng banget. Mungkin nggak seheboh apa gimana, but I do really happy for him, totally. Ibuku juga langsung ikut seneng dan ikut bersyukur. Banyak yang bilang "Wah dua-duanya calon dokter, nih..." dan bla-bla-bla. I never take that. Aku cukup bahagia kok asal keinginan dia terpenuhi, dan aku sangaaat bersyukur. Alhamdulillah. Aku... Selalu bahagia setiap hari. Bahkan ketika PMS, ketika mood lagi jelek banget, atau kapan aja deh. Aku selalu bahagia. Karena dia juga selalu membuat aku bahagia. 

Terakhir kita ketemu di Bandung Oktober lalu. Aku sempet nunggu dia lama, dan dia juga sebenernya udah marah-marah, apalagi aku yang nggak suka nunggu, juga marah-marah. But that's love. Ketika aku lihat ada mobil hijau dateng, muter di parkiran masjid, dan ketika mobil itu berhenti di depan aku, kacanya kebuka, all I can see is his face. That face. Face that I've been missing for sooo long. My drug. Aku taruh barang-barang di belakang, masuk mobil, pasang seat belt, and all that I can feel is just peace. Sesuatu yang udah sangat aku rindukan dari dulu. Sesuatu yang aku inginkan ada di setiap hari, but I know we can't make it, hehehe.

Pengennya sih waktu berhenti di situ. Saat itu juga. So we can stay a little bit longer. Share tentang macem-macem. Suka deh kalau udah nggak ketemu lama, pas ketemu bawaannya cuma diem-dieman karena takjub bisa ketemu lagi, hahaha. Atau kitanya bingung mau ngomongin apa hayo. Jadi diem berdua. Liat-liatan. Dan bingung haha. Abis itu, akunya kecapean dan malah tidur di mobil sementara dia berjuang melawan macet malam minggu di Bandung. Hahaha. Bangun-bangun udah di parkiran. Sayang sih waktu yang jauh-jauh diperjuangkan malah jadinya aku habiskan untuk tidur, but he's glad to see me sleeping! Hahahaha.

Sekarang, yang kita masing-masing punya hanyalah BB. BBM adalah senjata utama. Nggak yang lain. Kita selalu share apapun. Tentang hari itu. Tentang adik barunya dia terutama. Once again, he's part of my life. Dan semua tentang dia aku terima, aku dengar, dan aku jadikan bagian hidup aku. And that's what happen to him, too. 

Dan sekarang, jam setengah 12 malam, aku masih terjaga, tapi dia udah tidur duluan karena harus selalu kuliah pagi. Kadang subuh udah harus ke kampus. Aku selalu bahagia dengan semangat kuliahnya dia. Kadang aku suka malu. Dia semangat sekali dan selalu siap menghadapi apapun, sementara aku masih suka ngeluh. Hahaha. Memang harus saling belajar, ya. Dia juga kayaknya udah lumayan aktif di kampusnya sementara aku belum apa-apa, haha. Terlalu banyak yang berubah, tapi semuanya itu aku suka dan aku nikmati. Setiap kita ketemu, dia selalu bilang "Kamu berubah...". Dan aku selalu jawab "Berubah apanya?". People changed, so do I, so does he. Dan kita berdua memang harus menikmati perubahan itu. Aku selalu menikmati dan mensyukurinya... Karena itu berarti kita berdua sama-sama tubuh dan berkembang, dan kita saling ada untuk satu sama lain.

All that I can feel is looove. Love is in the air. Lagu-lagu kita selalu aku puter. Aerosmith-I Don’t Want Miss a Thing, Lifehouse-You and Me, Glee Cast-I’ll Stand by You, Ronan Keating-Iris, dan lainnya. Kalau kangen, suka banget-bangetan deh. Seringnya dan bisanya yang juga cuma telepon sementara Skype juga masih belum bisa dipakai hehe. Tapi momen-momen kayak gini, kita maunya sih terus diperjuangin, sampai kita benar-benar menemukan titik akhir perjuangan kita, atau sampai kita benar-benar berhenti berjuang. Tapi yang kamu harus tau ya, sayang, aku Insya Allah nggak akan pernah berhenti memperjuangkan ini, kok. Aku bakal tetep ada disini, nunggu kamu. Dan disana juga, bareng kamu. I know there’s something worth waiting for us... Hehehe.

Cowok emang nggak suka ya ngomong yang manis-manis begini. It’ll sound sooo cheesy hahaha. Thanks God Agung nggak suka nulis beginian, dan dia juga bukan tipe romantis atau pemberi kejutan. But everything is just enough for me. Semua perhatiannya dia, kebaikan dia, kesediaan dia untuk aku, kerelaannya untuk mengorbankan waktu dan kesempatan dia untuk aku, keikhlasan dia bantu aku, ketersediaan dia untuk aku kapanpun aku butuhkan, dan kasih sayangnya dia dari dulu sampai sekarang, semuanya berlebihan malah... Hahaha. Dia tipe penyayang banget hahaha. 

Hari ini dia bilang, kalau kita, walaupun udah bareng cukup lama, tapi selalu ngerasanya kayak lagi kasmaran. Hahaha don’t know why... But like what I said, terlalu sayang kalau waktu yang kita berdua habiskan bareng-bareng habis cuma untuk berantem. Mending untuk saling membahagiakan kan, yah...

Agung Laksana Dharmantara. I love you. Now, yesterday, tomorrow, and forever... Insya Allah...


Annisa Zakiroh, November 29th 2011. 00.00