Thursday, March 24, 2011

H-30 to Bandung

Internet lagi parah-parahnya nih. Ngetweet aja susssaaah banget. Apalagi mau liat video di youtube, jangan harep deeeh. Tapi nggak kepengen ganti modem dulu ah. Toh ini modem CDMA, dan Insya Allah bulan depan udah nggak pake modem ini.

Laptop lagi parah-parahnya nih. Luambaaat banget. Dipake nonton sering ngadet-ngadet. Ah uh ah. Tapi sabar ditahanin aja dulu deh. Sebentar lagi juga udah masuk masa kuliah. Kalau bisa masuk kuliah lewat jalur yang nggak super mahal, mungkin bisa dapet laptop baru?


Kamar berantakan banget, males ah beresinnya. Ah nggak usah diberesin kali ya. Ntar juga pas packing ikut keberes semua baju-baju dan buku-buku. 

Duh banyak banget sih ini buku-buku UAN & SNMPTN. Bosen ngeliatnya. Ah bentar lagi juga itu semua masuk ke kotak atau diturunin ke yang perlu.
 

Ih dompet aku udah jeleeek. Ah sabar aja deh. Bulan depan kalo udah di Bandung beli disana aja ah.
  

Pengen punya botol minum baruuu. Yang Reebok udah cupu. Tumblr dari GoGirl! suka bocor. Ah tapi kan sekolah tinggal sebulan, ntar nggak perlu-perlu amat kali ya pake botol minum kemana-mana.
  
Dulu seragam batik aku udah pendek banget, sempit pula. Rok aku pinggangnya udah sempiiit. Udah kependekan niiih. Duh sepatu aku udah butut. Tapi buat apa ganti baru. Sekolah tinggal sebulan lagi.
  

Di kulkas masih ada dua kotak spaghetti. Sekotak makaroni. Setoples penuh mustard sauce. Setengah toples mayonaise. Setengah botoh sirup vanilla. Setengah botol topping caramel. Sebungkus coffee matte. Satu bar coklat putih. Setengah toples selai coklat. Tipe-tipe makanan yang biasa aku bikin bareng Agung. Tipe-tipe makanan yang di rumahku, cuma aku yang suka makanan begitu. Duh masih banyak semua, sedangkan nggak akan sempet dimasak atau diolah, toh di Balikpapan tinggal sebulan...

Tinggal sebulan lagi. 

Pasti bakal ngerasa kangen banget sama dua orang yang selalu bareng aku setiap harinya dan selalu membantu dan menolong aku tanpa aku minta. Kita di rumah cuma bertiga, dan selaluuu ngelakuin apa-apa bareng-bareng. Makan, masak, dengerin radio BBC, nonton Kick Andy, ngobrol lamaaa, cerita-cerita tentang kegiatan kita sehari-hari. Kita sering ngotot-ngototan, selalu ngerasa bener dan nggak mau disalahin. Suka saling melimpahkan perkejaan haha. Ngabisin satu porsi makanan bertiga... Seru...

Pasti bakal kangen dijemput sekolah, atau dianter sekolah pake motor pas hujan badai. Kangen dijagain dan dibawain obat pas sakit. Diteriakin pagi-pagi karena masih santai padahal udah telat. Dibangunin tahajjud, diingetin sholat. Dirapihin semua buku-buku. Diberesin kamar. Dicuciin, dilipetin, disetrikain pakaian-pakaian. Kok kayaknya aku yang keterlaluan banget, ya...

Pasti bakal kangen. Dan kamar aku pasti jadi kosong melompong. Dan ruang tamu ini lampunya nggak akan menyala sampai jam 3 pagi lagi karena orangnya masih ngerjain ini itu. Nggak ada pharmaton, atau scott emultion di meja makan lagi. Atau nggak ada sepatu berantakan di depan pintu. Nggak ada bungkus permen yang berceceran. Nggak ada yang tiap hari minta makanan macem-macem...

Pasti kangen, kangen banget. But here I am. Berusaha ngelakuin ini semua pelan-pelan dan mencoba sungguh-sungguh supaya dapat hasil maksimal seperti yang bapak ibu harapkan. Seperti yang bapak ibu cita-citakan. Semoga setelah nanti jarak yang akan ada diantara kita beberapa bulan atau beberapa tahun ke depan, bapak dan ibu bisa bahagia dan bangga dengan apa yang aku dapet dan perjuangkan. Yang kita sama-sama perjuangkan...

taken 27/02/2011

 Tinggal sebulan lagi. Bismillah...

Monday, March 21, 2011

I need somebody to lean on...

Saya nggak tau saya kenapa. Yang saya tau saya tidak sedang 'tidak apa-apa'. Saya 'kenapa-kenapa'. But who cares? Everything's getting harder, for me... Lagi diem, pengen ngerasa lebih baik, saya langsung buka handphone, cari-cari lagu yang pas, terus scroll ke bawah baca judul lagu satu per satu, ketemu! Play, dengerin, langsung netes...

"Please swallow your pride / If I have things you need to borrow / For no one can fill those of your needs / That you won't let show..."

"If there is a load you have to bear / That you can't carry / I'm right up the road / I'll share your load / If you just call me..."

I wish someone would please to sing this line to me...

"You just call on your brother when you need a hand / We all need somebody to lean on / I just might have a problem that you'll understand / We all need somebody to lean on...

"Lean on me / When you're not strong / And I'll be your friend / I'll help you carry on / For it won't be long / 'Till I'm gonna need / Somebody to lean on..."


But life must go on... Nggak bisa terlalu berharap banyak. Nggak bisa menuntut ini itu. Karena nggak semuanya bisa berjalan sesuai maunya saya aja. Ya saya terlarut, tapi di awal lagu ada baris ini... 

"Some times in our lives / We all have pain / We all have sorrow / But, if we are wise / We know that there's always tomorrow!"

Scroll ke bawah lagi, nemu yang paaas banget buat bangkit. Play, dan langsung ngerasa bersalah sempet nangis-nangisan. Lagu ini lebih kalem daripada yang diatas, tapi liriknya, lebih menahan air mata...

   

   "Smile though your heart is aching / Smile even though it's breaking / When there are clouds in the sky, you'll get by... / If you Smile through your pain and sorrow / Smile and maybe tomorrow / You'll see the sun come shining through, for you..."
 
"Light up your face with gladness / Hide every trace of sadness / Although a tear may be ever so near / That's the time you must keep in trying / Smile what's the use of crying / You'll find that life is still worthwhile / If you just smile..."

Yeah, I need somebody to lean on... Now in my life, I have pain, I have sorrow... But if I am wise, yeah I know that there's always tomorrow! And if I Smile through my pain and sorrow, I'll find that life is still worthwhile, if I just Smile... :) :) :)

*self healing*

Thursday, March 17, 2011

Saya pernah takut LDR

Mungkin bosen ya kalau yang dibahas melulu tentang Try Out, Ujian ini, Ujian itu. Bosen kalau yang dibahas melulu terntang soal-soal. Ulangan ini itu, tugas ini itu. Tapi, saya seneng ngepost tentang itu semua di blog. Kenapa? Karena saya ingin, suatu hari nanti kalau saya buka blog ini, semuanya pernah saya ceritakan dan saya bisa teringat masa-masa hectic ini... Hehehe.

Bulan depan udah UAN. Bulan depan udah Promnight. Yeah farewell is coming here... Pisah. Jauh. Jarak. Masa-masa ini nih yang rasanya malas beranjak, tapi pengen juga cepet sampai ke tujuan. Bicara soal pisah, di masa-masa ini jugalah pembicaraan soal pisah selalu mencoba untuk dihindari, atau pembicaraan soal perpisahan selalu jadi sedih. Barusan bahas LDR sama Tanel. Dan yeah, she's going to have a long distance relationship with someone. Dan jadi pengen ngebahas... Hahaha.

I'm doing a long distance relationship. Rasanya? Nggak enak. Saya nggak mau sok-sokan bilang LDR itu 'keliatan' asyik atau menantang. Nggak. Dulu mungkin saya mikir kayak gitu. Tapi kenyataannya? Enggak sama sekali. Saya juga nggak mau bilang LDR itu dapat-menguji-kesetiaan, atau dapat-jadi-ajang-ngumpulin-kangen-yang-kalo-ketemu-bisa-langsung-dilepasin. Nggak sama sekali.

Saya sudah pacaran tiga tahun ketika saya LDR. Dimana selama tiga tahun itu kita selalu sekota. Pernah ditinggal berangkat kemana-kemana tapi juga yah kan balik lagi. Punya pacar anak tentara bikin saya siap kalau harus ditinggal Agung kapan aja. Dan tiga tahun itu sebenarnya waktu yang cukup lama untuk dia bisa tinggal di sebuah kota.

Ketika tau dia bakal pindah, saya nangis. Yah akhirnya saya ditinggal. Ketika dia berangkat ke Bandung, saya lagi di Jakarta, jadi ya nggak kerasa bener-bener ditinggal. Setelah itu kita juga sempet ketemu sehari di Bandung. Awal-awal LDR rasanya berat banget. Yah sudah banyak saya ceritakan sih di blog ini. Yah tapi Alhamdulillah sampai bulan ini masih bisa kita bangun sama-sama hubungan ini.

Ketika tau bakal LDR, saya takut, takut jauh, tapi saya mau dan memang harus mau ngejalanin LDR. Yang ada di pikiran saya, LDR cuma kayak sebuah step yang harus saya lewatin ketika saya menjalani hubungan sama Agung. I WANT HIM. I WANT HIM SO BAD. Saya mau dia untuk saya saya, sampai kapanpun kita masih bisa bareng. I WANT HIM. Dan saya harus ngelewatin ini. Saya mau dia sama saya. Jadi apapun akan saya lakukan, supaya dia terus bisa bareng saya...

Pernah ada temen deket saya yang cerita dia nggak mau kuliah di luar kota karena pacarnya nggak akan kuliah dan nggak akan meninggalkan kota Balikpapan. Karena dia nggak mau LDR. Pacarnya juga bilang lebih baik mereka putus daripada mereka LDR. Saya cuma bisa bilang, biasanya orang-orang yang takut LDR, adalah orang-orang yang takut berkomitmen, orang-orang yang tau dirinya bakal nggak setia, atau orang-orang yang memang nggak bisa mempercayai pasangannya/pacarnya. Orang-orang yang tau kalau hubungannya itu udah rapuh, nggak saling percaya, jadi kalau berjauhan, mereka takut hubungan itu semakin rapuh. 

Well saya nggak bilang kalau hubungan saya sempurna. Enggak. Tapi yang saya tau, semenjak saya punya Agung, saya nggak butuh yang lain. Suka sama orang lain sekedar "Wah dia keren ya..." atau ketika Agung saya denger naksir sama temen sekelasnya di Bandung yang selalu ranking satu, yah saya nggak kaget, kalau nggak suka sama lawan jenis lagi, wah malah saya harus takut, hahaha... Dia udah sangat lebih dari cukup untuk saya, dia udah ngerti saya banget nget nget, dan tau cara bikin saya seneng, atau bikin saya minta maaf.

Ketika saya LDR, yang saya takutkan adalah saya nggak bisa ketemu dia dalam waktu yang sangat lama, saya nggak bisa minta tolong ini itu, dan nggak bisa dibantuin dia dalam segala hal. Saya sempet ketergantungan dengan kehadiran dia. Tapi setelah ngerasain LDR, saya jadi bener-bener tau betapa besar dulu perngorbanan dia buat saya, dan saya juga jadi belajar untuk jadi cewek yang mandiri, seperti yang selalu dia harapkan.

Sampai hari ini, hari ketika sebulan lagi LDR ini akan break sementara (akhirnyah!), saya sudah belajar banyak dari LDR. Overall, saya sebenernya seneng dan kangen sama diri saya sendiri yang selama ini hilang ditelan kesibukan saya terhadap pacar atau teman-teman, semakin banyak waktu sendiri semakin menyadarkan saya kalau diri saya sendiri juga butuh nutrisi di hati saya, di jiwa saya, saya harus sayang sama diri saya sendiri, dan harus tau cara memperlakukan diri saya dengan baik, menyenangkan diri sendiri. Jalan sama temen-temen mungkin menyenangkan, tapi itu nggak bener-bener bikin hati ini lega, kumpul sama keluarga menyenangkan, tapi kadang pikiran saya lari kemana-mana, dan saat-saat bareng pacar itu indah, tanpa saya sadari dia menyedot diri saya.

Saya selalu bahagia punya Agung. Dia melengkapi diri saya yang terlalu panikan, nggak sabaran, takut tantangan, terlalu berhati-hati, dan suka cari aman. Dia mencipratkan warna-warna baru. Tapi sebenarnya, yang saya mau, saya sendirilah yang mencipratkan warna-warna baru itu di diri saya. I want to discover my self...

Well, saya pernah takut LDR. But I WANT HIM SO BAD. Dan saya melakukannya demi terus sama dia, nggak yang lain. Saya pernah takut LDR. Tapi setelah saya tau apa yang terjadi di diri saya setelah LDR, saya lebih kuat kok. Daaaan, saya mungkin pernah takut LDR, tapi saya selalu tau kalau saya dan Agung bisa menjaga hubungan ini... Sampai kita diizinkan sama-sama terus...

Thursday, March 03, 2011

Get well soon!

Pernah nggak ngerasa sepi? 

Banyak orang di sekolah, di rumah, atau dimanapun, tapi dimanapun kita berada kita ngerasa sepi. Kita ketawa, kita mainan, senyum, atau becanda, tapi setelah itu, semua yang keluar bukan bener-bener dari hati kita yang paling dalem. Apa itu yang namanya sepi?

I wasn't pretending to smile, laugh, or anything. It's real. Karena lucu, ya ketawa. Karena menyenangkan, ya senyum. Tapi setelah itu, feel like I'm not happy, at all.

Mungkin saya terlalu capek. Capek ngapain? Capek mengejar hal-hal yang sesungguhnya nggak saya inginkan mungkin? Capek mengejar hal-hal untuk membuat orang lain seneng. Tapi mungkin saya nggak pernah merasa capek untuk menyenangkan diri saya sendiri. Karena mungkin sebenarnya saya belum pernah melakukannya. Tapi saya merasa dengan menyenangkan orang lain, itu turut menyenangkan diri saya sendiri.

Pernah nggak ngerasa sepi?

Disaat biasanya selalu ada yang nemenin, ada yang bantuin, ada yang ngajakin, dan sekarang harus selalu jadi yang ngajak, dan juga harus siap dengan penolakan. Apa itu yang namanya sepi?

Disaat biasanya selalu dijawab 'iya', dan sekarang harus terbiasa dengan jawaban 'nggak bisa', 'maaf ya'. I wasn't pretending to say 'iya nggak apa-apa kok'. It's real. Bener-bener nggak apa-apa. Tapi tetap, feel like something different is happening here.

Mungkin saya yang terlalu banyak menuntut. Terlalu banyak maunya. Ya. Atau mungkin saya yang malah membiarkan diri saya terlalu terbiasa dengan penolakan, dan tidak berusaha membuat semuanya menjadi 'iya'? Saya nggak mau menuntut apa-apa. Karena saya tau tidak semuanya bisa berjalan sesuai maunya saya.

Pernah nggak ngerasa sepi?

Ketika punya temen deket, punya sahabat-sahabat, punya pacar, but they're not here. Ketika punya temen deket, tapi yang selalu didengar adalah penolakan. Ketika butuh seseorang, tapi yang dibutuhkan memang benar-benar tidak bisa untuk ada. Apa sepi itu karena fisik ini yang tertolak, atau karena hati ini benar-benar butuh? Apa itu yang namanya sepi?

Disaat semua orang bisa mendapatkan 'ya', dan harus sendirian yang dapat 'tidak'. I wanna have some quality time with my friends, karena cuma itu yang benar-benar bisa mengisi, cuma itu yang benar-benar bisa jadi kata 'ya'. 

Nangis? Kenapa nggak? Kalau itu benar-benar perlu dan cuma itu yang bisa dilakukan. Karena sebenarnya saya juga cengeng. Tapi nangis nggak akan menyembuhkan apapun. Jadi harus apa?

Mungkin saya butuh waktu untuk diri saya sendiri. Karena cuma diri saya sendiri yang tidak bisa mengatakan 'tidak', dan cuma diri saya sendiri yang tau bahwa saya kenapa-kenapa ketika saya bilang 'nggak apa-apa kok'.

taken and polished by Dhina

Get well soon! :) *talk to my self*