Friday, December 24, 2010

"What's the point of being a stalker?"

Status facebook Gege di suatu kala. Ketampar juga nih. Because... I do consider my self as a stalker. Nah, hayooo.

Menurut Oxford Dictionary,


Saya belum tahu pasti definisi stalker yang pas apa; tapi kalau menurut saya, stalker adalah orang yang mengikuti atau mencari informasi tentang diri seseorang sampai ke seluk beluknya. Dengan kemampuannya atau bisa minta bantuan orang lain. Kalau di dunia nyata bisa tanya ke temen, temennya lagi, temennya lagi, atau temen kita yang kenal sama saudara jauhnya, atau siapa aja. Kalau di dunia maya bisa menelusuri langsung ke profil-profil onlinenya seperti facebook, twitter, friendster, blog, formspring, foursquare, dan sebagainya; atau kalau kemampuan sendiri masih kurang, bisa minta bantuan hacker. Untuk apa? Motifnya bisa macem-macem. Untuk nyari tau tentang gebetan, tentang idola, atau mungkin... musuh. Kenapa musuh? Karena untuk menjatuhkan musuh kita butuh perantara, dan perantaranya bisa dicari lewat nge-stalk, ini...

Nah lho, why do you consider your self as a stalker, Annisa? I do consider my self as a stalker because...
  1. Saya suka bacain profil twitter orang tertentu. Eits, nggak cuma bacain tweets-nya, tapi juga suka baca koversasi orang tersebut dengan orang lain. Atau menelusuri dengan siapa aja orang itu berkomunikasi di twitternya. Kalau sampai tahu siapa-siapa aja yang diajak ngomong di twitter, misal "Wah si @abcde itu adik iparnya, toh..." baru deh ngerasa puas. Agak serem, ya. But I don't do these things to a lot of people. Only for... @csugiono, hehehehe *nyengir*. Kadang juga... @AlandaKariza, @sherinamunaf, dsb.
  2. Kalau bicara soal facebook, kemampuan nge-stalk saya nggak secanggih di twitter. Karena ya facebook kan keamanannya bisa dimacem-macemin jadi kadang ada yang nggak bisa ditembus dan akhirnya berentian. Dan saya kekeuh lho menembus facebooknya Christian Sugiono. Susah men ditembusnya. Dapat cahaya di ujung gua ketika nemu facebook adik iparnya yang nggak diprivate, tapi eh... setelah itu ya nggak bisa ditembus juga. Kegilaan saya nyari sebuah profil dari daftar 1000 teman seseorang, kegigihan saya ngecek semua tag photos, notes, video, dsb; juga kegilaan saya menelusuri brother sister atau siape-siapenyalah yang membuat saya yakin kalau saya ini... stalker. Serem nggak?
  3. Saya juga kalau buka blog orang, terus tau kalau orang itu punya pacar misal namanya Budi Anduk. Hmmm saya nggak bisa membiarkan diri saya penasaran untuk nggak melihat muka si Budi Anduk ini. Ditelusuri kemana aja? Kemana-mana! Bisa myspace-nya, facebook (tapi biasanya kepentok sama peraturan privatenya), twitternya (kadang juga diprivate), atau... semua link yang dihasilkan mesin Google ketika saya ketik namanya akan saya klik satu persatu. Gigih amat, Nis...
Serem nggak? Nggak serem kok selama yang saya stalk bukan kamu... Kekekekekekek.

Dan suatu saat saya ngobrol sama Kak Tiara. "Menurut Kakak stalker itu gimana, sih?" "Kalau menurut aku kita semua ini pasti pernah menjadi stalker, baik ke temen, gebetan, idola, musuh, atau siapa aja." Nah, good point! Tapi... Nggak semua orang betah 'ngorek-ngorek' kehidupan orang lain. Ada yang cuma menelusuri sedikit, udah puas. Kalau saya sih... tipe yang nggak gampang puas dan bisa jadi bersambung; jadi misalnya hari ini berentian ngestalk karena ngantuk, bisa dilanjut esok hari :p

Tapi saya murni stalker dunia maya, di dunia nyata saya malah ogah banget 'ngorek-ngorek' orang lain, entah kenapa kalau di dunia maya tantangannya lebih dapet dan yang bisa didapat kan juga terbatas, jadi ya intinya nggak ngorek yang sampe ke ususnya apa gimane. Top 5 site yang suka saya stalk:
  1. Twitter! Easier access. Privatenya cuma satu macam, nggak ribet. Kalau nggak diprivate, bisa dikorek-korek ke seluk beluknya. Kalau diprivate tapi kita sudah jadi followernya, bisa dikorek juga. Jangkauannya luas.
  2. Blog! Bisa berbentuk blogspot, wordpress, atau yang punya domain sendiri. Karena semua blogger pada intinya ingin dibaca, tidak ada private disini, bebas dah klak-klik sana klak-klik sini. Tapiii, nggak semua hal dibeber di blog, hal-hal yang lebih personal biasa dishare di twitter. Tapi saya nggak terlalu ngestalk tumblr karena ya bisa diprivate dan kadang suka ribet. Dan tipe-tipe orang yang suka saya stalk bukan pengguna tumblr, mehehehe.
  3. Facebook! Selama nggak diprivate macem-macem. Titik. (mudah menyerah kalau ketemu facebook).
  4. Foursquare! Kyaaa, lumayan bisa tau wah dimana aja nih orang sekarang. Bisa disamperin, mungkin? 
  5. Formspring. Ruang gerak di formspring sangat terbatas, makanya saya taruh di nomer lima. Dan di formspring juga ya... itu-itu aja hehehehe.
Tapi, disini saya punya beberapa point disclaimer. Yang saya maksud disclaimer disini adalah, jadi ada lho beberapa hal yang sebenarnya bukan sebuah kegiatan stalking, tapi kita suka ngerasa kita di-stalk...
  1. Kita suka ngerasa di-stalk orang di blog karena kita merasa ada orang yang tahu atau berbicara tentang suatu hal yang notabenenya hanya kita tulis di blog. Eits... Ada hal yang harus kita inget, blog tersebut, selama tidak kita private secara sangat ketat (blogspot yang saya pakai kayaknya nggak ada privatenya, atau saya ngga tahu :p), adalah konsumsi publik. Kita bikin blog, untuk dibaca orang, sharing ideas, sharing stories. Saya pernah share cerita ketika saya pertama kali masuk majalah (baca disini), dan pagi hari di gerbang sekolah saya diberi ucapan, "Ciyeeeee, selamat ya yang abis masuk majalah..." No wonder, kaaan? Jadi ya, teman saya tersebut bukan seorang stalker. Kenapa? Ya karena saya bikin blog memang untuk dibaca sama mereka, hihihi.
  2. Kita suka ngerasa di-stalk orang di formspring karena ada orang yang bisa ngerti cara berpikir kita tentang beberapa pertanyaan yang notabenenya hanya tersedia di formspring kita. Sama dengan kasus blog diatas, formspring kan memang dibuat untuk ditanyai, dan kemudian jawaban kita dibaca. No wonder kadang dalam menjawab pertanyaan kita menjadi sangat penuh pertimbangan karena kita tahu jawaban ini akan dibaca orang lain. Misalnya kita berusaha menjadi sangat netral, atau menjadi sangat bijak. Kadang juga kalau ada orang yang bisa memetik sesuatu dari gaya berpikir kita yang baik yang kita tuang di formspring kan kita juga bangga, dan cara orang tsb mengetahui cara berpikir kita adalah... ya dengan membaca formspring kita!
  3. Kita suka ngerasa di-stalk orang di facebook karena kok sampe ada ya orang yang ngerti wall-wallan kita dengan orang lain, atau hafal setiap status kita, atau hafal komen yang kita bubuhi dimana-mana, atau yang lain-lain. Again, selama facebook kita menganga tanpa private dimana-mana, ya lancarlah orang membuka dan menelusuri. Karena ya memang profil facebook itu dibuat (dan dicantik-cantikin, di rapih-rapihin sama kita) ya memang untuk dibacaaa. 
  4. Nggak semua kegiatan bacain timeline orang di twitter bisa disebut stalking. Kenapa? Karena kadang-kadang ada user tertentu yang melakukan pembahasan mengenai sesuatu, bisa berbentuk #kultwit, atau diskusi apapun yang menyuruh kita membaca timeline, dan bakal jadi lebih asik pastinya untuk baca reply-replyan orang tersebut dengan orang lain. Jadi kita bisa tahu pertanyaan + jawaban secara kumplit dan nggak setengah-setengah. Dan diskusi mini di twitter emang lagi rame banget dan untuk saya sangat membantu. Menurut saya sih yang asik dibacain diskusinya ya @sherinamunaf, karena kadang-kadang ada hal-hal yang nggak kita setujui dan jadi terbangkit kemauan untuk berpikir dan menelaahnya :)

Menjadi stalker atau tidak menjadi stalker adalah pilihan. Cuma karena saya merasa saya adalah seorang stalker, ya gatel rasanya pengen ngebahas. Membiarkan profil online kita menganga atau membiarkannya tertutup dengan aturan private yang disediakan juga adalah pilihan, selama kita nggak risih dibacain ya biarkanlah, dan kalau risih, maka tutuplah. Again, ngerasa distalk atau tidak merasa distalk ya juga pilihan. Kalau merasa kurang nyaman, ya bisa diprivate, kalau merasa baik-baik saja, gooo aheaaad. Karena ya, pada intinya, setiap orang pasti punya rasa penasaran. Besar-kecil. Bisa cepet puas-bisa juga enggak. Bisa cuma untuk mainan-bisa juga ada kepentingan. Dan dengan tulisan ini, saya harap stalker-stalker seperti saya jangan dikucilkan, hihihi...

Oh ya, supaya adil. Saya siap di-stalk di profil online yang selalu saya update, dan saya tipe yang nggak suka main private loooh, karena saya juga gemes kalau ada yang suka main private, hehehe. Bisa klik facebook, twitter, blog. Pesan terakhir dan agak ditekankan, ini murni menurut saya, jadi kalau ada yang berbeda pendapat, bisa dishare, dan kita bisa buka diskusi kecil, mungkin?


"So, what's your point of being a stalker, Annisa?" "To be honest... I have no idea."

Thursday, December 23, 2010

Birthday Birthday and Birthday on December

Just got home from Wulan's birthday party. Capeeek, bau rokoook, pegeeel, tapi seneeeng :D :D Desember, kalau dulu jaman SMP sih suka jadi bulan penuuuh makan-makan. Selain banyak yang ulang tahun, yang ulang tahun di bulan Desember ini juga selalu ngadain makan-makan. Aciiik aciiik kenyaaang :0


Desember 2010 ini, walaupun sudah SMA, teteeeuuup tradisi makan-makan nggak hilang. Setelah 6 Desember kemarin Dea ulang tahun, terus kita berdua makan sampai perut penuh di Teluk Bayur (sorry no picture), malam ini ngumpuuul di acara ulang tahun Teh Wulan.


HAPPY '18th' BIRTHDAY TEH WULAAAAAAN!!! :D


Teh Wulan termasuk orang yang rajiiin banget ngadain acara makan-makan tiap ultah. Dari Dapeen cafe, d'grill, ballroom Gran Senyiur, dan macem-macem, sampai malam ini, Pizza Hut Benakutai. Here it is! Seneeeng banget ketemu teman-teman lamaaa. Semua berubah, ada yang kurusan, gendutan (me! me!), putihan, iteman, macem-macem, tapi soal gila-gilaan, masih koook teteeeup :P





















(sorry for the lack quality of camera) 

Hayo mari menganalisa siapa-siapa saja yang ada di foto atas. Yang pasti saya yang pakai baju jeans dan jilbab biru-abu, hehehe. Well, sekarang tinggal tunggu makan-makan ulang tahun Echa tanggal 30 Desember, di-skip sehari dari tanggal ulang tahun aslinya karena tanggal 29 Desember-nya kita mau nonton bola!!! Yay yay yay senaaang! Thank you sooo much Teh Wulaaan, tahun depan lagi yaaa makan-makaaan kalau kita sama-sama di Banduuung :) :) :) Amiiin :) :) :)


P.S.: Again, pictures tell anything more than words, so enjoy the pictures! (ngeles males ngetik banyak-banyak)

Saturday, December 18, 2010

Accio July!

2010 sudah mau habis. Agenda-agenda manis sudah disiapkan untuk mengakhiri tahun. Liburan panjang menanti. Cerita-cerita bahagia dan sedih siap diukir. 2010 siap ditutup. Dan sebelum 2010 ditutup, saya ingin menceritakan satu bulan yang sangat berarti untuk saya di tahun 2010 ini.

Juli 2010.

Juli 2010. Kenapa? Karena dalam satu bulan, dalam 31 hari, bisa terjadi banyak sekali kejadian berarti. Kejadian-kejadian berarti yang biasanya terjadi di bulan yang berbeda. Kali ini dateng rame-rame. Dan sangat mudah diingat, Juli 2010.

Apa yang terjadi di Juli 2010?

Awal Juli 2010, saya (akhirnya) bisa liburan ke Jakarta setelah sekian lama menunggu. Banyak yang terjadi di liburan ini. Hal-hal yang saya inginkan, yang saya idam-idamkan, Alhamdulillah dateng satu per satu. Seems like my life is complete enough, thanks God! Dan yang paling penting di awal Juli ini... Saya akhirnya bisa datang ke Festival IYC yang sudah saya tunggu setahun sebelumnya. Ah, finally... Festival ini turning point saya. I'm turning on! Saya jadi lebih... bersemangat dan bisa melihat segala sesuatunya secara luas. Semoga kebaikan ini bisa bertambah, Amin... Untuk baca review Festival IYC 2010 saya, klik disini


Setelah Festival IYC, saya menyempatkan ke Bandung untuk ketemu teman di Bandung dan (tentunya) pacar. Sesuatu yang berarti juga. Dan saat saya di Bandung ini, Ibu dari salah satu sahabat terbaik saya, Deazy, pergi. Saya kaget, banget. Saya dan teman dan pacar yang saat itu sama-sama di Bandung nyesel banget nggak di Balikpapan nemenin Dea di saat paling beratnya dia. Yap, kejadian berarti lagi di bulan Juli. Untuk yang ingin tau cerita komplit tentang kepergian beliau dan betapa berartinya kepergian mamanya Dea, bisa klik disini.


Terima kasih banyak Ibu atas hadiah liburannya. Sangat menyenangkan :D


Setelah kepulangan saya ke Balikpapan di hampir pertengahan Juli, saya positif mulai menjalankan Long Distance Relationship. Yap saya akhirnya juga harus dipisahkan oleh jarak dengan pacar. Bukan sesuatu yang mudah. Sulit sekali. Tapi Alhamdulillah sampai bulan Desember ini masih lancar... Walaupun ada ini itu, tapi saya nggak pernah kepikiran untuk mengakhiri hubungan ini yang sudah terlalu lama dan menjadi bagian dari diri saya. Saya akan tetap maju... Bismillah. Untuk yang ingin tau betapa galaunya saya di saat-saat awal LDR, bisa baca disini.


Pertengahan Juli saya mulai sekolah sebagai anak kelas XII SMA. Banyak sekali yang berubah. Seluruh aspek kehidupan saya berubah. Yes I'm changing and my surrounding does too. Ada yang membuat saya bahagia sekali tapi ada yang juga membuat saya sangat jatuh. Ada yang membuat saya semangat, tapi energi negatif dan keputus asaan juga sering mampir. Ada yang membuat saya jadi senyum/ketawa tapi nggak jarang juga saya nangis. Banyak banget yang terjadi. Hal-hal yang susah dikatakan. Hal-hal yang susah diselesaikan. Kayak kata-katanya Chessie, "Cerita kamu kayak batu dan sungai. Ketika batu ada di pinggir sungai kalian sama-sama tenang. Tapi ketika batu masuk ke sungai, air beriak, ada konflik. Ketika batu telah di dalam sungai, air sungai bisa tenang lagi dan batu juga sudah bisa tenang, tapi ingat, batu itu masih di dalam, konflik itu masih ada." Kata-kata yang ngena' banget. Daaan, hidup saya di kelas XII juga berubah banget dari kelas X atau XI dulu. Saya punya teman sebangku baruuu. Baca cerita tentang teman sebangku disini.


Selanjutnya Juli jadi hambar. Tapi perubahan-perubahan yang dimulai di awal dan pertengahan Juli nampar banget di saya. Mempengaruhi bulan-bulan berikutnya. Life changes, time flies, and I'm getting older. Walaupun di bulan Juli banyak kejadian yang ngena' banget di saya, baik sedih maupun senang, saya tetap bahagia pernah menjalani sebuah bulan yang sangaaat berarti dalam sebuah tahun, bahkan ngalahin bulan ulang tahun saya.


Juli 2010 kayak sebuah titik balik, sebuah titik bangkit, sebuah titik temu. Sebuah titik.


If  Hogwart was real, I will spell... Accio July! :) :)

Saturday, December 04, 2010

My Wedding Invitation

Dua pekan terakhir di semester lima hectic abis, ya. Banyak tugas, ulangan balapan. Walaupun seminggu terakhirnya banyak pelajaran kosong yang bikin jadi nggak efektif. Satu tugas yang bikin excited adalah tugas Wedding Invitation. Kenapa excited? Soalnya saya suka sama yang namanya bikin edit mengedit dan segala macemnyaaa. Yap, kita diminta buat sebuah Undangan Pernikahan, terserah desainnya kayak apa. Yang serba harus di undangan pernikahan itu adalah:
1. Harus dibuat dengan Corel Draw. 
2. Di undangan itu kita yang nikah, nikah bareng siapa-nya terserah, siapa aja boleeeh.
3. Harus ada fotonya, tapi nggak boleh foto berdua, soalnya kata guru kita foto berdua laki-perempuan itu nggak boleh soalnya bukan muhrim, jadiii ya harus diedit pakai Photoshop atau software apalah terserah.
4. Terus harus ada denahnya!
Setelah itu... Undangan boleh dicetak sendiri atau dipercetakan terserah. Nah sekarang saya mau kasi liat penampakan undangan saya...





Kyaaa. Ini biasa banget dibanding temen-temen yang super duper kreatif. Yah bukan apa-apalah. Tapi ya Alhamdulillah tugas ini sudah selesai, dan lega plus senang banget soalnya tugasnya dikerjain sendiri semuanya! Dari tahap awal banget sampai ke percetakannyaaa :) :) :)

Setelah ini, masih ada tugas Editing Video menunggu... Walaupun kayaknya akhir-akhir ini kurang excited dengan tugas ini karena software Ulead baru aja ilang dari laptop, selanjutnya harus semangat lagi untuk bikin tugas yang bagus dan berikan yang terbaik, yay!

P.S.: Beberapa hari ini suka hilang semangat dan tiba-tiba suka dihantui omongan-omongan orang yang suka bawa energi negatif. Nggak ada energi positif yang masuk, yang masuk energi negatif melulu. Ngerasa semuanya super unpredictable dan menyebalkan. Ngerasa semuanya suka jauh dari harapan. Ngerasa lelah memberi dan tak pernah mendapatkan. Ngerasa capek secapek-capeknya. Dan akhirnya saya melakukan salah satu hal yang bisa buat saya semangat lagi...


:) :) :) :) :) :)