Monday, July 19, 2010

Wondershoe Voucher Mistery -- SOLVED


Dibawah ini adalah post asli saya yang saya post semalam (Senin, 19 Juli 2010). Nah hari ini (Selasa, 20 Juli 2010), saya dikirimi message di Facebook oleh pihak GoGirl! dan mereka berjanji akan mengirim voucher Wondershoe saya secepatnya.

Huaaa thanks God akhirnya misteri voucher Wondershoe ini terpecahkan. Terima kasih banyak, GoGirl! atas tindakan responsif yang telah diberikan ke saya. Terima kasih dan maaf :)
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- 
Dua bulan lalu di Majalah GoGirl! May Issue, yang covernya Katy Parry, ada pengumuman pemenang March Issue.


Dan saya dapat Voucher sepatu Wondershoe. Ini pengumumannya.


Itu beneran ada nama saya, kan? Yey yey yey :D Saya seneng banget dapet Voucher sepatu Wondershoe.

Tapi tapi, sampai sekarang bulan Juli, saya belum dapet apa-apa. VOUCHER APAPUN! DALAM BENTUK APAPUN! Udah dua bulan lho. Saya sudah e-mail ke e-mail GoGirl! tapi nggak ada balasan, juga nggak ada respon dalam bentuk apapun. Setelah pengumuman dapet voucher itu, sampai sekarang saya nggak pernah dapet konfirmasi apa-apa.

Bahkan saya yang di Kalimantan sampai ke God Inc. Bandung, distro tempat Wondershoe menitipkan sepatunya, tapi disana juga cuma ada dua pasang sepatu Wondershoe. Dan saya bingung sebenarnya Voucher ini harus digunakan bagaimana. Saya bener-bener bingung.

Lalu, di GoGirl! July Issue, ada hadiah Voucher Wondershoe lagi. Baiknya, voucher ini lebih detail ketentuannya.



 Asiknya, yang di July Issue ini, pemenang akan tahu apa yang harus mereka lakukan setelah mereka menang. Yaitu, ambil voucher di kantor GoGirl! atau hanya menunggu di rumah sampai voucher datang. Sedangkan saya, sampai sekarang belum ada konfirmasi apa-apa. Ini beda banget sama... ketika saya dapet jam Swatch dari GoGirl!. Saya nggak tau saya menang tiba-tiba jamnya udah dateng. 

Hemm, kira-kira apa yang harus saya lakukan ya teman-teman?

Sunday, July 18, 2010

Festival Indonesian Youth Conference Part I


Hello it's been a long time. I miss this blog much much much.

I have tons of stories. And will be start with... IYC Festival.

Spanduk besar di depan Salihara

Salihara. Minggu, 4 Juli 2010. Festival Indonesian Youth Conference.

Di festival ini, saya bertemu teman-teman IYCers, teman-teman yang sama-sama berjalan bersama dengan IYC, mendukung IYC dari awal sampai akhir. Kami selama ini hanya saling berinteraksi lewat Facebook, Twitter, MSN atau YM. Dan akhirnya, setelah sekian lama, kita bisa ketemu! Mereka adalah Gaby (Panitia IYC, Sekertaris), Feli (Panitia IYC, Komunikasi), Fikri (Peserta Forum IYC dari Sul-Sel), Karina, Ririn, Rima. Ada satu yang nggak ketemu, Angga. Yang saat festival IYC sedang di US karena dapet SUSI (Study in The United States).

Saya datang (sangat) kepagian. Acara mulai jam 11 tapi saya sampai tempat acara jam setengah 8. Great. Niat datang cepet supaya nggak telat dan nggak macet, yang ada malah kepagian. Begitu sampai, ketemu Gaby dan Kak Ghian. Gaby langsung nanya, "Mau ngapain Nis dateng jam segini?" "Hai Gab, hehe kecepetan ya..." Oke, awal yang kurang menyenangkan. Akhirnya saya luntang lantung. Sempet ke Pejaten Village eh malah belum buka. Akhirnya nunggu di Kedai Salihara. 

Salah satu sisi di Kedai Salihara

Yang bisa saya katakan adalah... Itu adalah pertama kalinya saya ke Salihara. Dan saya... jatuh cinta dengan tempatnya. Anak muda banget. Dari depan kesannya rimbun. Banyak daun-daun menjalar juga. Tapi semakin masuk kedalam, desain simpelnya bikin jatuh cinta. Di bagian depan ada toko kayak distro gitu, jual macem-macem brand karya anak bangsa, dan (teteup) anak muda banget. Tempatnya cozy. Warnanya warna semen gitu jadi kesannya sederhana. Di dekat Teater juga ada kolamnya. Ada beberapa graffiti di dinding. Ada beberapa poster yang menunjukkan seringnya orang-orang ngadain acara di Salihara. Hemm, semoga di Balikpapan suatu hari ada tempat kayak Salihara, Amin :)


Oh ya, balik dari Pejaten Village, saya langsung tukar bukti pembayaran tiket IYC, berupa print dari e-mail yang dikirim IYC. Nuker bukti pembayaran, disuruh isi kayak absen gitu. Teruuus, saya dapet tiket Festival. Daaan, Goodie Bag. Bagaimana bentuk tiketnya? Ini dia!




Apa isi Goodie Bagnya? Ada Majalah GoGirl!, Botol minum Tupperware, Buku Program Festival, Buku Panduan. Awesomeness, terutama... buku panduannya yang warna kuning.



Setelah itu saya nunggu Festival mulai di Kedai Salihara. Terus... ada beberapa angkot dateng, siapa yang datang? Peserta Forum IYC! Yay yay yay ketemu Fikri! Fikri ini salah satu IYCers dari Makassar, dan dia mewakili Sulawesi Selatan di Forum IYC. Saya udah pernah ketemu Fikri sebelumnya, waktu dia ke Balikpapan. Sempet ngobrol singkat sama Fikri, terus cipika cipiki singkat sama Kak Dey, dan kenalan dengan dua Wakil Kalimantan Timur: Dina Puspita Sari dan Arestya. Sebelum Festival mulai, anak-anak muda yang dateng dan sudah menukar tiket, ngumpul di depan Salihara. Rameee :D

 Peserta Festival IYC


Booth sponsor di Festival IYC

Jam 11, festival dimulai. Sesi pertama pilihan saya: Pendidikan. Saya sudah antri agak lama... eh ternyata salah tempat. Saya antri di Teater padahal acaranya di Galeri Salihara. Langsung naik kea atas. Lagi lari-lari keburu waktu takut ketinggalan sesi, di meja depan Galeri ada panitia yang nyapa, "Mau ke Galeri, Mbak?" "Aaaa Feli!" "Nisa!" Yay yay yay ketemu Feli! "Feli kamu kok kecil banget..." Feli: "..."

Masuk Galeri Salihara, langsung norak. Iii kereeen! Ruangannya putih, serba putih, dan (uniknya) bentuknya bulat. Tempatnya adem, dan nyaman banget. 

Pembicara sesi ini Pak Arief Rahman Hakim dan Bang Beben Supendi. Moderatornya Muhammad Assad. Awal-awal moderator bicara dan disebut sebagai Bang Assad, saya mulai ngerasa... kayak tau... Eh ternyata bener. Muhammad Assad 'Abang'nya Angga (salah satu IYCers). Bang Assad ini kereeen banget loh, follow twitternya deh :)

Pak Arief Rahman Hakim dikenal sebagai pakar pendidikan, dan saat ini dosen Universitas Pelita Harapan. Kalau Bang Beben Supendi, kakaknya Dik Doank. Bang Beben memegang beberapa sekolah gratis untuk anak-anak kurang mampu. Dosen musik untuk sebuah universitas. Dan musisi Jazz. Favorit saya di sesi Pendidikan ini ya... Pak Arief! :D

Sesi Pendidikan 




 Pak Arief Rahman Hakim


Bang Beben Supendi


Jadi, awalnya. Ada sambutan dari panitia. Ada salam juga dari Alanda Kariza (Program Director) yang saat Festival berlangsung sedang di US karena dapet SUSI (Study in United States). 


Lanjut, pembukaan juga dari Bang Assad. Menjelaskan teknis tiap sesi, dan sebagainya. Pak Arief mulai duluan. Menjelaskan tentang Pendidikan. Tentang potensi setiap anak di dunia. Tentang pembagian kecerdasan. Oh ya, Pak Arief bilang kalau beliau juga nggak setuju dengan UAN. Kata beliau UAN nggak adil untuk anak-anak Indonesia. "Masa' mau ngebandingin anak SMAN 70 sama yang di Papua?" Satu yang paling diinget sama saya, "Kalau pacaran, jangan dari SMA. Nanti kamu udah S3, eh dia masih D3 aja. Maksudnya, iya kalo dia bisa ngikutin kamu, kalo nggak?" Hahaha. Ngerasa tersindir ;p


Sesi berjalan... dan saya mulai terpukau. Bang Beben lebih banyak memumpamakan pendidikan dari sisi pendidikan musik, terutama musik Jazz karena beliau adalah guru musik Jazz. Tapi, ya intinya teteup. Pendidikan yang mudah dan menyenangkan. Kalau soal cara biacara, saya lebih suka Pak Arief, karenaaa lebih touching, terus beberapa bagian ada yang kayak mendongeng :D

Yang bisa saya petik dari sesi ini: Tekuni pendidikan dengan jalanmu sendiri, jangan terpaku dan terpengaruh dengan orang lain. Temukan bakatmu, potensi diri, dan gali dengan pendidikan. Jika saat ini pendidikan kurang bersahabat bagimu, tetap berusahalah, suatu saat kaulah yang dapat memperbaiki dunia pendidikan di Indonesia.

Oh ya, di sesi ini, saya ketemu Karina, Ririn, Neng Ratna, Fikri, Iman, dan sebagai sebagainya :D Pokoknya pemuda-pemuda hebat yang concern sama Indonesia yang selama ini cuma bisa komunikasi secara digital. Selesai sesi, saya sempet foto-foto dengan teman-teman IYCers, tapi nggak semua :( Abis semuanya sibuuuk, terutama Karina yang supeeer eksis banyak temennya ;p *colek Karin*

 Neng Ratna, Saya. Yang dua disamping kiri lupa (maaf :[ )


 Ririn, Neng Ratna, Saya, Feli

Selesai sesi, saatnya istirahat sholat dan makan. Saya sempet ngobrol-ngobrol bareng Ririn, Gaby, dan kenalan dengan beberapa yang lain. Salahnya saya nggak memanfaatkan istirahat ini untuk makan, abisnya Kedai Salihara penuh bangeeet. Kenapa saya salah? Karena nggak ada istirahat lain selain istirahat ini, dan saya yang nggak makan jadi kelaperan. Ngikutin seminar jadi nggak fokus.


Oh ya, setelah ikut sesi pertama, saya jadi tahu cara berjalannya sesi. Jadi, setiap pembicara diberi waktu untuk menyampaikan materinya sesuai yang ditentukan panitia, bisa 10 menit, atau kurang, tergantung banyaknya pembicara. Rata-rata sesi berjalan 60 menit. Setelah setiap pembicara menyampaikan materi atau menjawab pertanyaan-pertanyaan moderator, ada sesi tanya jawab. Jadi peserta festival bisa tanya hal-hal yang sesuai dengan materi kepada pembicara. Nggak semua bisa tanya. Bisa jadi hanya 2-3 orang.

Waktu saya ke Kedai Salihara niat makan tapi nggak jadi, saya lihat dua orang... Seleb! Ah bukan seleb. Insan industri hiburan. Yep, yang satu insan film, yang satu insan musik. Si-a-pa? Mira Lesmana daaan Pandji Pragiwaksono. Bisa lihat nggak di dua foto ini? Bisa kan! Bisa koook (maksa). Yang keriting pirang itu Mira Lesmana, yang pakai topi biru itu Pandji Pragiwaksono. Kyaaa! Saya nggak ambil foto dari jarak lebih deket, jadi kelindungan daun-daun nih. Ke-na-pa ga mau ambil dari deket? Abisnya takut dibilang norak (padahal iya ;p).




Oke lanjut sesi kedua, Sesi Diplomasi. Saya kebagian tempat yang agak di depan di Teater Salihara. Teater Salihara itu kayak bioskop kursinya, tapi ada panggung di depannya. Tempatnya asiiik. Keren dan dingiiin banget nget nget. Di sesi ini saya banyak ketemu panitia-panitia IYC yang biasanya cuma saya lihat di foto atau cuma komunikasi lewat facebook atau twitter. Haaa senang :D


Sesi yang super. Baru masuk, udah disuguhi layar dengan tulisan Dr. Dino Patti Djalal. Oh God ini beneran mau ketemu Pak Dino? Kyaaa.




Lalu, datanglah Pak Dino dan istrinya Bu Rosa. Pak Dino nyapa, "Halo, Pak Dinonya ada?" Hehehe. "Saya Andi Malarangeng." Baru dateng aja Pak Dino udah hangat dan ramah. Kebayang sesi ini pasti berjalan hangat.

Pembicara sesi ini adalah Pak Dino Patti Djalal (Juru Bicara Presiden SBY) dan Pak Fariz Al-Medawi (Duta Besar Palestina untuk Indonesia). Moderator oleh Nurjannah Eka Putri. Sesi ini berjalan dengan 95% berbahasa Inggris.
 
Peserta Sesi Diplomasi

Nurjannah Eka Putri , Fariz Al-Medawi, Dino Patti Djalal

Diawali pemutaran video Modernisator, dimana Pak Dino adalah Vice President dari Modernisator. Di video tersebut, saya bisa melihat beberapa anak muda yang saya kenal (secara digital) seperti Guinandra Luthfan Jatikusumo dan Alanda Kariza. Video tersebut kayak... video penyemangat untuk generasi muda Indonesia untuk memajukan Indonesia. Di video itu juga ada Agnes Monica, Fardan, dan lainnya.


 Pak Dino Patti Djalal




Pak Fariz Al-Medawi

 
Pak Dino dan iPad-nya (iri)


Sesi berjalan dan saya terkagum-kagum. Hebat banget Panitia IYC bisa menghadirkan Pak Dino. Pak Dino yang baru pulang dari Toronto untuk menghadiri G20, Umrah, dan Turki; dari airport langsung ke Salihara untuk Festival IYC. Hebat banget nget nget :D

Pak Dino lebih banyak menjelaskan tentang keunggulan-keunggulan Indonesia dibanding negara berkembang lainnya saat ini, supaya kita anak-anak muda jadi termotivasi untuk memajukan negara kita. Pak Dino bilang, generasi kita adalah generasi terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. Yang mampu mencapai perkembangan secara pesat. Dan Pak Dino sangat aware dengan gerakan-gerakan pemuda kayak Indonesian Youth Conference. Pak Dino juga sempet menyelipkan, kalau kita, Indonesia, adalah negara dengan demokrasi tersukses di Asia :)


Btw, istri Pak Dino cantik banget. Pak Dino sempet promosiin istrinya juga dan becanda, "Pasti kalian bingung kenapa dia mau sama saya." Hehehe.


Pak Fariz banyak cerita tentang Palestina, dan perbandingannya dengan Indonesia. Pak Fariz juga bilang, pemuda Indonesia jangan terlena dengan kemajuan Indonesia, tantangan masih banyak di depan. Kemajuan-kemajuan itu belum ada apa-apanya. Jalan masih panjang. Pak Fariz juga cerita tentang Indonesia sebagai negara dengan muslim terbanyak, dan kekagumannya dengan demokrasi di Indonesia. Beliau sangat kagum dengan demokrasi yang diselenggarakan pemerintah Indonesia. Kagum bagaimana setiap perempuan dapat pakai jilbab, dan saling berdampingan satu sama lain.

Yang dapat saya simpulkan adalah... Kita sebagai pemuda Indonesia harus coba melakukan sesuatu. Harus punya mimpi dan harus punya kemauan untuk mewujudkannya. Buat Indonesia jadi lebih baik. Walaupun masih muda, suara kita bisa sangat didengar. Kata Pak Dino, hanya dengan membuat akun twitter dan mulai menulis hal-hal yang ingin disuarakan lewat akun itu, suara kita telah didengar oleh orang-orang di seluruh dunia. Dan disitulah perubahan dimulai.




Selesai sesi Diplomasi, lanjut sesi Politik. Sesi ini dilangsungkan di Teater Salihara, lagi. Dan ada Najwa Shihab, lho...


Tunggu di posting Festival Indonesian Youth Conference Part II ya :)

NP: Nama-nama yang di-bold, itu ada link twitternya. Silakan kalau mau follow :)

Monday, July 12, 2010

I am BAAACK!

28 Juni 2010 sampai 08 Juli 2010 lalu saya Alhamdulillah liburan ke Jakarta dan Bandung. Jarang sekali post apa-apa di blog. Banyak cerita. Banyak kejadian. Banyak kesan. Saya ingin membagi tapi untuk sekarang belum bisa. Insya Allah secepatnya saya akan membagi  :)

Oh ya, 4 Juli 2010 lalu saya datang ke Festival Indonesian Youth Conference. Saat antri keluar dari salah satu sesi, ada seorang gadis yang menyapa saya, "Hai! Hai! Annisa Zakiroh ya?" Saya jawab, "Ha iya, kok tau?" Dia membalas, "Iya, aku suka baca blogmu." Saya -pastinya- seneng dan ajaib rasanya lalu saya balas, "Wah makasih banyak yaaa." Sayang sekali saat itu saya sedang dalam antrian yang cukup rapat dan banyak. Akhirnya nggak bisa ngobrol banyak. Untuk kamu, saya tahu kamu jauh di Jakarta sana, kalau sempat baca blogku ini -lagi, tinggalkan komentar atau tulis sesuatu di shout box ya :) Terima kasih banyak.